KLIK SAJA - Setelah menonton film Kraven : The Hunter, ada satu kata Bahasa Jawa yang bisa menggambarkan keseluruhan film ini, "eman".
Eman atau sayang, merujuk pada potensi besar pada film yang membawa cukup banyak tokoh ke dalamnya, namun kurang dieksplorasi secara tajam.
Mempunyai nilai IMDb cukup buruk 5.4/10, sama seperti pendahulunya Morbius dan Madame Web, Sony gagal mengevaluasi kesalahan sebelumnya yang menyia-nyiakan tokoh Marvel dengan banyak fans di Sony Spider-Man Universe ini.
Tanggung jawab tidak sepenuhnya ditanggung oleh J.C. Chandor, namun penulis Richard Wenk, Art Marcum, dan Matt Holloway lah yang juga harus ditunjuk karena kurang bisa menyatukan ide cerita dengan banyaknya karakter potensial yang ada.
Plot dari film berdurasi 2 jam 7 menit ini terlihat terpencar. Semisal scene ini ditulis oleh siapa, maupun tokoh ini ditulis oleh siapa, sehingga gagal mengaduk cerita dan tokoh-tokoh dengan larut. Masih kasar.
Padahal, secara benang merah yang bisa dieksplorasi, hubungan bapak dan dua anaknya di sini sangat besar ruang pengembangan ceritanya, sehingga sosok villain sebenarnya bisa terasa lebih klimaks.
Kraven : The Hunter (2024) mempunyai rating R (Restricted) karena banyak menunjukkan adegan pembunuhan yang sadis.
Baca Juga: Review Film Gladiator II (2024), Perjuangan Sang Gladiator Mempertahankan Mimpi Roma
Perkara Samar di Keluarga Kravinoff
Di awal film, J.C. Chandor lebih memilih mengenalkan langsung sosok Kraven dewasa (diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson) yang sedang beraksi membunuh ketua mafia produsen senjata di penjara Rusia.
Kekuatan, kelincahan, dan stamina seorang manusia super sudah ditunjukkannya saat beraksi.
Setelah lolos dari kejaran para sipir, Kraven dengan pesawat pribadinya kembali ke markas pribadinya di Afrika. Adegan pun dilanjutkan flashback ke enam belas tahun sebelumnya.
Nikolai Kravinoff (Russell Crowe), seorang mafia asal Rusia diketahui mempunyai dua orang yang bernama Sergei dan Dmitri.
Perlakuan cukup berbeda dirasakan dua kakak beradik ini karena Nikolai sudah merencanakan anak sulungnya Sergei sebagai penerusnya kelak. Sedangkan Dmitri, hanya dipandang sebelah mata karena terlihat lemah.