Orisinalitas Desa Menjadi Sorot Utama
Jika menikmati alur film ini, akan terasa bahwa yang hendak "dijual" oleh Maura Delpero bukanlah masalah seputar drama keluarga yang terjadi semenjak adanya Pietro.
Orisinalitas desa di Vermiglio-lah yang ia kedepankan, dengan lamanya durasi pengambilan gambar untuk menunjukkan aktivitas masyarakat di pegunungan bersalju ini.
Masyarakat yang terpinggirkan secara literasi coba dibantu oleh Cesare yang sangat getol di dunia pendidikan.
Kendati demikian, peran Agama juga diakui sebagai salah satu penumbuh spirit mereka, yang meskipun tidak terdampak langsung oleh Perang Dunia ii, jadi merasa terkucilkan karena minimnya akses ke kota.
Sedikit menebak maksud dari sang sutradara, mungkin dirinya adalah penggambaran dari salah satu anak terpintar Cesare yang bernama Flavia (Anna Thaler) yang digambarkan cerdas dan punya mimpi besar.
Baca Juga: Review Film Juror #2 (2024), Ketika Terkadang Kebenaran Tidak Selalu Berujung Keadilan
Setumpuk Penghargaan yang Diterima
Film Vermiglio sangat sukses merujuk berbagai penghargaan yang diterimanya. Dari 13 nominasi, film ini menyabet 8 penghargaan secara mutlak.
Penghargaan itu meliputi Best Feature di Chicago International Film Festival 2024, enam penghargaan di Venice Film Festival termasuk Best Film dan Grand Jury Prize, serta Best Screenplay di Athens Internasional Film Festival 2024.
Dijadwalkan pada tahun 2025 film Vermiglio (2024) akan masuk kompetisi menjadi nominator Best Motion Picture di Golden Globe Awards untuk Non-English Language.