Film ini memiliki premis yang mudah dipahami tetapi menyimpan banyak pertanyaan mengenai ancaman yang membuat keluarga tersebut terkurung.
Greta Lee dan Wagner Moura juga memberikan fokus emosional pada cerita yang sebagian besar berlangsung dalam ruang terbatas.
Namun, film ini mungkin kurang cocok bagi penonton yang menginginkan thriller dengan tempo cepat dan jawaban yang langsung diberikan.
Beberapa ulasan kritikus justru menilai film ini memiliki masalah pada pacing dan arah ceritanya, meskipun performa pemain serta desain makhluknya mendapat perhatian positif.
Jadi, The Last House lebih cocok bagi penonton yang menikmati misteri dan atmosfer survival daripada mereka yang mencari film thriller penuh aksi.
The Last House (2026) menawarkan konsep survival thriller yang cukup unik dengan menempatkan sebuah keluarga di dalam rumah yang tiba-tiba berubah menjadi tempat perangkap.
Film ini memadukan sci-fi, horror, dan thriller melalui misteri tentang ancaman yang membuat mereka tidak bisa keluar.
Greta Lee dan Wagner Moura menjadi pusat cerita ketika keluarga tersebut harus menghadapi tekanan fisik sekaligus psikologis.
Film ini menarik karena tidak hanya bertanya bagaimana mereka bisa bertahan, tetapi juga apa sebenarnya yang membuat mereka terjebak.
Meski mendapat kritik terkait pacing dan alur cerita, popularitasnya di Netflix menunjukkan bahwa The Last House berhasil menarik perhatian penonton.***
Artikel Terkait
Jin Yi-soo dan Joo Hye-ra Jadi Duo Utama Flex X Cop 2, Ini 6 Pasangan Karakter dengan Chemistry Paling Menarik
Transformasi Ahn Bo-hyun sebagai Jin Yi-soo di Flex X Cop dari Season 1 ke Season 2, Makin Dewasa sebagai Detektif
Daftar Drama Ahn Bo Hyun Terbaik untuk Penggemar Flex X Cop 2: My Name, Itaewon Class, Military Prosecutor Doberman dan Lainnya
Recap Flex X Cop 2 Episode 4: Jin Yi Soo dan Joo Hye Ra Buru Jaringan Pembunuh Profesional hingga Yoo Tae Kwang Tertangkap
Jin Yi Soo Flex X Cop 2: Alasan Karakter Ahn Bo Hyun Jadi Detektif Chaebol Paling Unik dan Menarik Ditonton