Meski awalnya dikirim untuk membunuh manusia, Evan kembali memiliki sisi kemanusiaan setelah mengenal Cassie.
Sementara itu, Sam dilatih oleh militer bersama anak-anak lain untuk menjadi prajurit cilik.
Mereka akhirnya menyadari bahwa merekalah yang disebut “Gelombang Kelima”—manusia yang dijadikan alat untuk membunuh sesama manusia.
Pada akhirnya, Cassie, Sam, dan teman-teman mereka berhasil melarikan diri. Film ditutup dengan refleksi Cassie tentang harapan sebagai kekuatan terbesar manusia untuk bertahan hidup.
Review
The 5th Wave menyajikan konsep invasi alien yang menarik dengan pendekatan bertahap, berbeda dari film alien pada umumnya yang menampilkan serangan frontal.
Ide bahwa manusia dijadikan senjata untuk menghancurkan manusia lain menjadi salah satu poin kuat film ini.
Akting Chloë Grace Moretz sebagai Cassie cukup solid dan emosional, terutama dalam menggambarkan ketakutan, kehilangan, dan tekad seorang remaja yang dipaksa tumbuh di dunia pasca-apokaliptik.
Chemistry antara Cassie dan Evan memberi sentuhan drama romantis yang memperkaya cerita.
Namun, film ini juga mendapat kritik karena alurnya yang terkadang terasa klise dan terlalu mirip dengan film-film distopia remaja lain seperti The Hunger Games atau Divergent.
Meski begitu, The 5th Wave tetap menarik untuk ditonton, terutama bagi penikmat genre fiksi ilmiah, survival, dan drama remaja.
The 5th Wave adalah film sci-fi yang menghibur dengan pesan kuat tentang kemanusiaan, kepercayaan, dan harapan di tengah kehancuran dunia.
Cocok bagi penonton yang menyukai kisah perjuangan remaja dalam situasi ekstrem dengan balutan aksi dan emosi.***