Walau adegan pertarungan dalam ring terasa brutal dan sinematografinya unik, fokus utama film ini terletak pada peperangan batin Kerr.
Interaksi Kerr dengan Dawn (diperankan Emily Blunt yang juga memukau) terasa nyata dan penuh konflik, menampilkan dinamika hubungan yang toksik namun sulit dilepaskan.
Safdie dengan cerdas menggunakan visual yang gritty dan grainy, meniru gaya dokumenter akhir tahun 90-an, menambah kesan otentik pada cerita.
Meskipun sebagian kritikus merasa alurnya terasa agak lambat dan kurang memiliki momentum naratif yang tajam, pendekatan non-sensasionalis Safdie adalah kekuatan film ini.
The Smashing Machine adalah potret yang mengharukan tentang penerimaan diri dan biaya mahal dari ketenaran.
Film ini adalah masterpiece dramatis yang solid dan menjadi penampilan terbaik Dwayne Johnson sepanjang kariernya.
Rating: 4/5 Bintang
(Kategori: Biopik Drama Intens dan Transformasi Akting).***
Artikel Terkait
Dari Drama Romantis ke Distopia Fiksi Ilmiah: Review 'Arini by Love.inc', Ambisi yang Belum Sepenuhnya Terwujud
Review Drama Series The Long Ballad (2021), Kisah Sejarah Epik Romansa era Dinasti Tang Sajikan Sinematografi Apik, Lengkap Link Nontonnya!
Review Film Train to Busan (2016), Aksi Melawan Zombie yang Menguras Emosi dan Penuh Ketegangan
Review Film ‘A Moment to Remember’ (2004), Drama Romantis Korea yang Bakal Bikin Kamu Meneteskan Air Mata
Review Film ‘The Yin Yang Master: Dream of Eternity’ (2020), Kisah Persahabatan Menumpas Ancaman Dari Dunia Lain