Review Film 'Under the Shadow' (2016), Gunakan Jin sebagai Metafora Trauma dan Rasa Bersalah

photo author
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 07:38 WIB
Review Film 'Under the Shadow' (2016), Gunakan Jin sebagai Metafora Trauma dan Rasa Bersalah (Wigwam film)
Review Film 'Under the Shadow' (2016), Gunakan Jin sebagai Metafora Trauma dan Rasa Bersalah (Wigwam film)

KLIK SAJA - Film "Under the Shadow" (2016) merupakan karya horor supernatural dan drama berbahasa Persia yang berhasil mencuri perhatian kritikus global.

Film ini disutradarai oleh Babak Anvari dan menawarkan pengalaman horor yang unik dengan latar belakang yang kaya, yaitu di Teheran pada era 1980-an selama periode Perang Iran-Irak.

Keistimewaan film ini terletak pada kemampuannya menggabungkan dua jenis teror yang berbeda: kengerian supernatural dan ketakutan nyata akibat serangan rudal.

Sinopsis Singkat

Cerita berpusat pada Shideh (Narges Rashidi), seorang mantan mahasiswi kedokteran yang dilarang melanjutkan studinya karena keterlibatan politiknya.

Baca Juga: Review Film 'His House' (2020), Teror di Balik Tembok Rumah dan Mengangkat Isu Sosial Trauma Pengungsi

Ia memilih untuk tetap tinggal di Teheran yang dilanda perang bersama putrinya, Dorsa (Avin Manshadi), setelah suaminya, seorang dokter, dipanggil untuk dinas militer.

Di tengah kehidupan yang penuh tekanan sosial dan ancaman serangan udara, ketegangan dalam rumah tangga mereka mulai meningkat.

Kisah horor dimulai ketika sebuah rudal menghantam apartemen mereka, namun anehnya rudal itu tidak meledak.

Sejak saat itu, teror gaib mulai menghantui rumah mereka.

Dorsa mulai menunjukkan perilaku aneh dan bersikeras bahwa boneka kesayangannya telah dicuri oleh Jin makhluk halus dalam mitologi Timur Tengah yang dipercaya dapat menempel pada barang-barang pribadi.

Baca Juga: Review Jembatan 'Shiratal Mustaqim' (2025), Ketika Horor Mistis dan Tema Sosial Korupsi Bersatu dalam Sebuah Ketegangan

Shideh awalnya skeptis, namun teror yang dibangun perlahan namun pasti mulai menggerogoti kewarasannya.

Under the Shadow dengan cerdas menggunakan sosok Jin sebagai metafora untuk trauma pasca-revolusi, rasa bersalah, dan tekanan sosial yang dialami oleh Shideh sebagai seorang wanita di bawah rezim yang ketat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X