Review Film 'The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe' (2025), Keberanian di Tengah Salju Abadi

photo author
- Minggu, 28 September 2025 | 08:50 WIB
Review Film 'The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe' (2025), Keberanian di Tengah Salju Abadi (Instagram)
Review Film 'The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe' (2025), Keberanian di Tengah Salju Abadi (Instagram)

KLIK SAJA - The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe merupakan adaptasi film fantasi tahun 2005 yang berhasil menangkap keajaiban abadi dari novel klasik C.S. Lewis.

Film ini membuka kisahnya di tengah kekacauan Perang Dunia II, di mana empat bersaudara Pevensie—Peter, Susan, Edmund, dan Lucy—harus dievakuasi ke pedesaan Inggris.

Di rumah seorang profesor tua, Lucy (Georgie Henley), si bungsu, secara tak terduga menemukan sebuah lemari pakaian tua yang ternyata adalah portal ke dunia lain: Narnia.

Sinopsisnya membawa penonton ke Narnia, sebuah negeri ajaib yang telah berada di bawah mantra musim dingin abadi tanpa Natal di bawah kekuasaan Penyihir Putih Jadis (Tilda Swinton) yang jahat.

Baca Juga: Review Film 'Keadilan: The Verdict' (2025), Sabotase dan Drama Hukum Penuh Ketegangan Tinggi

Lucy, kemudian diikuti oleh Edmund, Peter, dan Susan, bertemu dengan berbagai makhluk mitologi.

Mereka segera mengetahui ramalan kuno yang menyebutkan bahwa kehadiran dua Putra Adam dan dua Putri Hawa (julukan bagi mereka) akan mengakhiri kekuasaan Penyihir dan mengembalikan musim semi.

Mereka akhirnya bertemu dengan Aslan (disuarakan oleh Liam Neeson), seekor singa agung dan raja Narnia yang sejati.

Review Film

Dari sisi review, film ini dipuji karena visualnya yang luar biasa dan setia pada materi sumber.

Transisi dari London yang dilanda perang ke lanskap Narnia yang diselimuti salju dan kemudian menjadi musim semi, dieksekusi dengan indah.

Baca Juga: Review Film 'Chainsaw Man' (2025), Ketika Denji Akhirnya Merasakan Cinta di Tengah Kekacauan Pemburu Iblis

Tilda Swinton memberikan penampilan yang dingin dan menawan sebagai Penyihir Putih yang kejam.

Film ini tidak hanya menonjolkan petualangan epik dengan pertempuran klimaks antara pasukan Aslan dan pasukan Penyihir, tetapi juga menyematkan nilai-nilai moral yang kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X