Konflik internal pasangan yang mendamba anak, namun terhalang oleh kekuatan dark magic, menciptakan ketegangan yang lebih emosional.
Park Chan-wook sebagai sutradara, menunjukkan kemampuannya untuk membangun suasana yang mencekam dan kelam.
Adegan-adegan yang menggambarkan ritual santet terasa otentik dan berhasil membuat penonton merinding.
Pemilihan Lee Byung-hun dan Son Ye-ji sebagai pasangan yang terpuruk juga merupakan keputusan yang tepat.
Baca Juga: Review Film 'Keadilan: The Verdict' (2025), Sabotase dan Drama Hukum Penuh Ketegangan Tinggi
Akting mereka mampu menyampaikan frustrasi dan ketakutan mendalam, membuat penonton bersimpati pada penderitaan mereka.
Getih Ireng menawarkan pengalaman horor yang lebih segar dan filosofis, menggarisbawahi bahwa teror terburuk adalah ketika harapan masa depan dirampas secara supernatural.
Ini adalah tontonan wajib bagi yang mencari horor dengan alur cerita kuat dan teror yang berakar pada budaya lokal.
Rating
8.5/10.***
Artikel Terkait
Review Film 'One Battle After Another' (2025), Aksi Mendebarkan Ala Era 90-an yang Dibintangi Leonardo DiCaprio
Review Film ‘Shooter’ (2007), Ketika Mark Wahlberg Jadi Penembak Jitu Kelas Wahid
Review Film 'Angkara Murka' (2025), Teror Tak Terlihat di Balik Pasir Tambang
Review Film 'Thunderbolt' (2025), Mekanik Jalanan Melawan Gembong Kriminal yang Dibintangi Jackie Chan
Review Film 'Dia Bukan Ibu' (2025), Luka Setelah Perceraian Ketika Rumah Ibu Menjadi Sumber Kengerian