KLIK SAJA - Film horor Getih Ireng mengisahkan pasangan suami istri muda, Pram dan Rina, yang baru saja menikah dan sangat mendambakan kehadiran seorang anak dalam rumah tangga mereka.
Namun, kebahagiaan mereka terusik oleh sebuah kenyataan pahit.
Pada suatu malam yang mencekam, mereka menyadari bahwa rumah tangganya tengah menjadi sasaran santet Getih Ireng.
Santet ini bukanlah teror biasa; ia secara khusus menyasar darah dan keturunan mereka, yang akhirnya menjadi penyebab mengapa Pram dan Rina tidak pernah bisa memiliki anak.
Kisah ini berfokus pada upaya putus asa mereka untuk memutus kutukan mematikan ini sebelum seluruh garis keturunan mereka benar-benar musnah.
Getih Ireng, yang diproduksi oleh Hitmaker Studios, berhasil membuktikan bahwa adaptasi dari thread media sosial bisa dieksekusi dengan baik dan mencekam.
Film ini dijadwalkan tayang mulai 16 Oktober 2025, dan sudah menarik perhatian karena mengangkat tema horor yang sangat dekat dengan budaya mistis Indonesia.
Apa yang membuat Getih Ireng berbeda?
Film ini tidak hanya mengandalkan jump scare murahan, melainkan berfokus pada teror psikologis yang mendalam.
Kengerian utama film ini bukan datang dari wujud hantu, tetapi dari ancaman kepunahan keturunan yang dirasakan oleh Pram dan Rina.
Santet Getih Ireng yang berarti "Darah Hitam" dijadikan elemen sentral yang menciptakan teror eksistensial.
Artikel Terkait
Review Film 'One Battle After Another' (2025), Aksi Mendebarkan Ala Era 90-an yang Dibintangi Leonardo DiCaprio
Review Film ‘Shooter’ (2007), Ketika Mark Wahlberg Jadi Penembak Jitu Kelas Wahid
Review Film 'Angkara Murka' (2025), Teror Tak Terlihat di Balik Pasir Tambang
Review Film 'Thunderbolt' (2025), Mekanik Jalanan Melawan Gembong Kriminal yang Dibintangi Jackie Chan
Review Film 'Dia Bukan Ibu' (2025), Luka Setelah Perceraian Ketika Rumah Ibu Menjadi Sumber Kengerian