Review Film 'Jangan Panggil Mama Kafir' (2025), Hadirkan Kisah Cinta Beda Agama Paling Menggugah

photo author
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 13:54 WIB
Review Film 'Jangan Panggil Mama Kafir' (2025), Hadirkan Kisah Cinta Beda Agama Paling Menggugah (IMDb)
Review Film 'Jangan Panggil Mama Kafir' (2025), Hadirkan Kisah Cinta Beda Agama Paling Menggugah (IMDb)

KLIK SAJA - Film Jangan Panggil Mama Kafir adalah drama keluarga terbaru yang diproduksi oleh Maxima Pictures bekerja sama dengan Rocket Studio Entertainment.

Film ini, yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025.

Cerita film ini fokus pada isu yang sangat sensitif dan mendalam cinta, janji pernikahan, perbedaan iman, dan konsekuensi berat dari sebuah keputusan besar dalam hidup.

Kisah berpusat pada sosok Maria (Michelle Ziudith), seorang perempuan penganut Nasrani, yang memutuskan menikah dengan Fafat (Giorgino Abraham), seorang pria Muslim.

Baca Juga: Review Film 'Sosok Ketiga Lintrik' (2025), Kisah Naura yang Gunakan Kekuatan Gaib untuk Merebut Suami Orang

Dari pernikahan yang berada di antara dua keyakinan ini, lahirlah seorang putri kecil bernama Laila (Humaira).

Konflik utama muncul dari perbedaan keyakinan ini, yang tidak hanya menguji cinta mereka sebagai suami istri tetapi juga menguji kasih sayang seorang ibu dan identitas sang anak.

Film ini menjanjikan drama yang penuh haru dan menggetarkan jiwa, menampilkan perjuangan Maria untuk mempertahankan keluarga di tengah badai perbedaan iman.

Review Film

Jangan Panggil Mama Kafir berani mengangkat tema sensitif pernikahan beda agama, yang jarang dieksplorasi secara mendalam di layar lebar Indonesia.

Inti cerita, sebagaimana yang diungkapkan judul, berfokus pada rasa sakit dan kasih sayang seorang ibu yang berada dalam posisi sulit.

Baca Juga: Review Jembatan 'Shiratal Mustaqim' (2025), Ketika Horor Mistis dan Tema Sosial Korupsi Bersatu dalam Sebuah Ketegangan

Film ini tidak hanya menyajikan konflik cinta, tetapi juga konflik internal dan eksternal yang timbul dari perbedaan keyakinan.

Michelle Ziudith sebagai Maria diperkirakan akan menjadi kunci emosional film ini, menanggung beban antara cinta, keyakinan pribadi, dan statusnya sebagai seorang ibu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X