Review Film ‘The First Myth: Clash of Gods’ (2021), Ketika Kerajaan Fana Menantang Para Dewa Langit

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:44 WIB
The First Myth: Clash of Gods (prime video)
The First Myth: Clash of Gods (prime video)

KLIK SAJA - Bayangkan sebuah dunia di mana kerajaan fana berani menantang para dewa langit.

Intrik politik, ambisi kekuasaan, dan dendam abadi berubah menjadi peperangan dahsyat yang mengguncang jagat raya.

Itulah yang ditawarkan film The First Myth: Clash of Gods (2021), sebuah tontonan fantasi epik dengan balutan aksi wuxia dan mitologi Tiongkok kuno yang spektakuler.

Wajib kamu tonton jika mengaku penggemar Wuxia klasik.

Jalan Cerita Penuh Ketegangan

Kisah ini bermula saat Kaisar Wu melancarkan serangan ke wilayah Kaisar Zhou.

Dalam pertempuran besar itu, Jiang Ziya, seorang jenderal bijak sekaligus tokoh sakti, memimpin pasukan untuk merebut benteng Tangguan. Namun jalan mereka tak mudah.

Di balik layar, Shen Gongbao bersama Ketua Sekte Tongtian merencanakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: Formasi Pembunuh Dewa.

Formasi ini diciptakan untuk melenyapkan pasukan Dinasti Zhou sekaligus menantang para dewa langit yang melindungi kerajaan manusia.

Ketika formasi itu diaktifkan, dunia pun berguncang. Dewa-dewa, manusia, dan iblis terseret ke dalam pertempuran yang bukan hanya soal tahta, melainkan juga nasib dunia.

Aksi Para Pendekar dan Dewa

Di tengah kekacauan, para pahlawan legendaris muncul. Yang Jian dengan mata surgawinya yang menakutkan, serta Nazha sang dewa muda pemberani, memimpin barisan untuk menghadapi Shen Gongbao dan sekte kegelapan.

Pertarungan mereka bukan sekadar duel biasa. Ini adalah adu kekuatan kosmik: jurus-jurus sakti yang meledakkan langit, senjata pusaka yang menembus dimensi, dan formasi sihir yang bisa memutarbalikkan nasib ribuan pasukan dalam sekejap.

Visual Efek yang Menakjubkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X