Kisah Titiek Puspa Menjadi Penyanyi Kesayangan Bung Karno

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 14 April 2025 | 10:43 WIB
Titiiek Puspa saat Berjumpa Bung Karno di Istana Negara (Medcom)
Titiiek Puspa saat Berjumpa Bung Karno di Istana Negara (Medcom)

KLIK SAJA - Nama Titiek Puspa tak bisa dilepaskan dari panggung musik Indonesia, terutama dalam era keemasan kepemimpinan Presiden Soekarno.

Diva asal Semarang ini bukan hanya dikenal karena suara emas dan lagu-lagu legendarisnya, tapi juga karena kedekatannya dengan Bung Karno yang menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.

Awal mula karier gemilang Titiek Puspa dimulai ketika ia mendapat kehormatan bergabung dalam tim budaya Indonesia untuk melakukan kunjungan muhibah seni ke Malaysia pada paruh kedua tahun 1960.

Pada saat itu, ia belum dikenal dengan nama Titiek Puspa. Justru nama itulah yang kemudian diberikan langsung oleh Presiden Soekarno kepadanya—sebuah momen istimewa yang menjadi titik balik dalam hidup dan karier sang penyanyi.

Tak lama setelah perjalanan ke Malaysia, Titiek diundang ke Istana Negara untuk bernyanyi langsung di hadapan Bung Karno.

Ia sendiri mengaku nyaris tak percaya bisa tampil di depan presiden—sebuah kehormatan yang luar biasa bagi seorang penyanyi muda.

Baca Juga: Mengenal Kiprah Enam Dekade Eyang Titiek Puspa, Sang Seniman Serba Bisa

Pertunjukan itu menjadi awal dari keterlibatannya dalam grup musik Lensois, sebuah grup khusus yang dibentuk Soekarno untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui musik, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Lensois sendiri terdiri dari nama-nama penyanyi hebat di jamannya seperti Jack Lesmana, Titiek Puspa, Bing Slamet, Nien Lesmana dan Moenif Bahasuan

Sebagai vokalis utama Lensois, Titiek Puspa tampil di berbagai acara kenegaraan, kunjungan diplomatik, hingga forum internasional.

Bung Karno sangat menyukai suara dan gaya bermusiknya yang dianggap “sangat Indonesia.”

Pada masa itu, Soekarno memang tegas menolak budaya asing yang dinilai kebarat-baratan atau dengan istilah ‘musik ngak-ngik-ngok’.

Ia lebih menyukai seniman yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme—dan Titiek Puspa adalah representasi sempurna dari itu.

Penampilannya yang penuh kharisma dan suaranya yang menyentuh hati membuatnya bukan hanya sekadar penyanyi istana, tapi juga duta budaya Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X