KLIK SAJA - Lost on a Mountain in Maine (2024) adalah film drama petualangan yang diadaptasi dari kisah nyata Donn Fendler, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang hilang di belantara Maine pada tahun 1939.
Disutradarai oleh Andrew Boodhoo Kightlinger di bawah payung Balboa Production milik Sylvester Stallone, film ini menceritakan perjuangan Donn untuk bertahan hidup selama sembilan hari di tengah kondisi alam yang ekstrem.
Terpisah dari keluarganya akibat badai yang tiba-tiba, Donn harus menghadapi cuaca buruk, rasa lapar, dan ketakutan, sambil mengandalkan akal sehat dan keyakinannya untuk bertahan.
Lost on a Mountain in Maine dalam durasi 1 jam 38 menit bukan hanya sekadar kisah bertahan hidup; ini adalah perayaan semangat manusia untuk bertahan di tengah kesulitan yang luar biasa.
Baca Juga: Review Film Sonic the Hedgehog 3 (2024): Pertarungan Epik dan Kembalinya Shadow
Terjebak di Belantara
Film ini berfokus pada perjalanan Donn Fendler (diperankan oleh Luke David Blumm) setelah ia terpisah dari keluarganya setelah memulai pendakian di Maine bersama keluarganya atau rombongan.
Badai yang datang tiba-tiba memisahkan Donn dari kelompoknya, membuatnya tersesat di belantara yang luas. Ia harus menghadapi berbagai tantangan alam, termasuk cuaca ekstrem, medan yang sulit, dan kekurangan makanan.
Ia menggunakan akal sehatnya untuk mencari perlindungan, air, dan makanan. Selain tantangan fisik, Donn juga menghadapi tantangan mental dan emosional. Rasa takut, kesepian, dan kerinduan akan keluarga menjadi bagian dari perjuangannya untuk bertahan hidup. Film ini kemungkinan akan menyoroti kekuatan mental dan spiritual
Donn dalam menghadapi situasi yang sulit ini. Sementara Donn berjuang untuk bertahan hidup, upaya pencarian besar-besaran dilakukan oleh keluarga, teman, dan pihak berwenang.
Ketegangan antara perjuangan Donn dan upaya pencarian akan menjadi bagian penting dari narasi film.
Baca Juga: Review Film Operation Mincemeat (2022): Sajian Tipu Daya di Tengah Perang Dunia II
Artikel Terkait
Review Film Sonic the Hedgehog 3 (2024): Pertarungan Epik dan Kembalinya Shadow
Review Film Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018): Terobosan Animasi dan Kisah Spider-Man yang Segar
Review Film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023): Petualangan Multiverse yang Lebih Gila dan Emosional
Review Film The Last Duel (2021): Tarian Maut Terakhir yang Mengungkap Kebenaran di Abad Pertengahan Prancis
Review Film Munich – The Edge of War (2021): Menelisik Diplomasi dan Konspirasi Menjelang Badai
Review Film Operation Mincemeat (2022): Sajian Tipu Daya di Tengah Perang Dunia II