Ciri khas Mad Max seperti adegan kejar-kejaran yang panjang dan brutal, kendaraan-kendaraan modifikasi yang unik, dan dunia post-apocalyptic yang gersang memang tetap hadir di Furiosa.
Namun, kali ini, beberapa adegan tersebut terasa dipaksakan dan tidak seefektif di Fury Road. Beberapa penonton merasa bahwa adegan-adegan tersebut, yang seharusnya menjadi daya tarik utama, justru mengganggu dan membuat film terasa berlebihan.
Anya Taylor-Joy Berusaha Keras di Keterbatasan Dialog
Anya Taylor-Joy memberikan penampilan yang solid sebagai Furiosa. Ia berhasil menampilkan ketegasan dan determinasi karakter tersebut, meskipun dengan dialog yang relatif sedikit.
Namun, performanya terasa terbatas oleh naskah yang kurang kuat dan pengembangan karakter yang kurang mendalam dibandingkan dengan Furiosa versi Charlize Theron di Fury Road.
Chris Hemsworth juga tampil cukup baik sebagai Dementus. Ia berhasil menghidupkan karakter antagonis yang kompleks dan karismatik. Namun, kehadiran karakternya tidak cukup untuk mengangkat keseluruhan film.
Furiosa: A Mad Max Saga bukanlah film yang buruk, tetapi juga bukan film yang hebat. Film ini menyajikan aksi dan visual yang memukau, tetapi gagal mencapai standar yang ditetapkan oleh Fury Road.
Bagi penonton baru, Fury Road tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk memulai petualangan di dunia Mad Max. Rating di IMDb juga menunjukkan kemenangan mayoritas ini lewat poin 7.5/10.
Artikel Terkait
Review Film Anatomy of A Fall (2023): Film Drama-Kriminal Wajib Ditonton Pasangan Suami Istri
Review Film Damsel (2024): Millie Bobby Brown Membawa Pesan Perempuan Kuat dan Berbungkus Dark-Fiksi Apik
Review Film Dune: Part Two (2024), Transformasi Paul Atreides dari Pengelihatan Menuju Kekuasaan
Review Film Napoleon (2023): Susahnya Membedakan Kualitas Tampilan dan Source Material sang Jenderal Bucin
Review Film Joker: Folie à Deux (2024): Menyelami Kegilaan Arthur Fleck dan Harley Quinn dalam Simfoni yang Kelam
Review Film The Fall Guy (2024): Ketika Aksi Stuntman Memenangkan Hati Penonton