KLIK SAJA - George Miller kembali ke dunia Mad Max dengan Furiosa: A Mad Max Saga (2024), sebuah prekuel yang menceritakan asal-usul Imperator Furiosa.
Meskipun sangat dinantikan, film ini justru menuai beragam reaksi. Bagi sebagian penonton, film ini menyajikan aksi dan visual yang memukau seperti yang diharapkan. Terutama bagi fans fanatik Anya Taylor-Joy sang pemeran utama.
Namun, bagi sebagian lainnya, film berdurasi 2 jam 28 menit ini terasa mengecewakan dan gagal mencapai standar yang ditetapkan oleh Fury Road, film pertamanya.
Perjalanan Panjang yang Terasa Bertele-tele
Furiosa menceritakan perjalanan panjang Furiosa (Anya Taylor-Joy) sejak ia diculik dari Green Place of Many Mothers hingga akhirnya bertemu dengan Max Rockatansky.
Film ini memperkenalkan karakter baru, Dementus (Chris Hemsworth), seorang panglima perang yang kejam dan karismatik, yang memperebutkan kekuasaan di Wasteland dengan Immortan Joe.
Perjalanan Furiosa diwarnai dengan berbagai adegan aksi yang intens dan brutal, khas Mad Max. Namun, di sinilah letak salah satu masalah utama film ini. Beberapa adegan aksi, meskipun secara teknis memukau, terasa berlebihan dan tidak berkontribusi signifikan pada perkembangan cerita.
Durasi film yang cukup panjang juga memperparah masalah ini, membuat beberapa bagian terasa bertele-tele dan membosankan. Fokus pada pembangunan dunia Mad Max terkadang mengorbankan penceritaan yang padat dan efisien, sesuatu yang menjadi kekuatan Fury Road.
Baca Juga: Review Film The Fall Guy (2024): Ketika Aksi Stuntman Memenangkan Hati Penonton
Bayang-Bayang Fury Road Terlalu Kuat
Sulit untuk tidak membandingkan Furiosa dengan Fury Road. Film sebelumnya berhasil menciptakan standar yang sangat tinggi dalam hal aksi, pacing, dan pengembangan karakter.
Furiosa mencoba untuk mengulang formula tersebut, tetapi justru terjebak dalam bayang-bayang kesuksesan pendahulunya.
Artikel Terkait
Review Film Anatomy of A Fall (2023): Film Drama-Kriminal Wajib Ditonton Pasangan Suami Istri
Review Film Damsel (2024): Millie Bobby Brown Membawa Pesan Perempuan Kuat dan Berbungkus Dark-Fiksi Apik
Review Film Dune: Part Two (2024), Transformasi Paul Atreides dari Pengelihatan Menuju Kekuasaan
Review Film Napoleon (2023): Susahnya Membedakan Kualitas Tampilan dan Source Material sang Jenderal Bucin
Review Film Joker: Folie à Deux (2024): Menyelami Kegilaan Arthur Fleck dan Harley Quinn dalam Simfoni yang Kelam
Review Film The Fall Guy (2024): Ketika Aksi Stuntman Memenangkan Hati Penonton