Review Film Rambo: Last Blood (2019), Penutup Apik Saga John Rambo, Fix Pensiun!

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Kamis, 26 Desember 2024 | 16:52 WIB
Poster Film Rambo: Last Blood (2019) yang diperankan lagi oleh Sylvester Stallone (IMDb)
Poster Film Rambo: Last Blood (2019) yang diperankan lagi oleh Sylvester Stallone (IMDb)

Kepantasan Stallone Menutup Saga Rambo

Bagi pengikut cerita John Rambo sejak 1980-an, Rambo: Last Blood merupakan sebuah perpisahan yang menyenangkan. 

Rambo melekat pada Stallone, seperti halnya Rocky Balboa. Sulit membayangkan aktor lain memerankan Rambo dengan karisma dan intensitas yang sama. Opsi untuk mengganti aktor, meski mungkin menarik dari segi komersial, akan terasa hambar dan kurang berkesan.

Stallone memberikan penampilan yang kuat dan emosional di Rambo: Last Blood. Ia berhasil menggambarkan sisi rapuh dan rentan Rambo, di samping sisi brutalnya sebagai seorang prajurit.

Film ini memberikan penutup yang layak bagi karakter yang telah menjadi bagian dari sejarah film action. Adegan-adegan aksi yang disajikan memang brutal, namun hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Rambo.

Baca Juga: Review Film Kraven : The Hunter (2024), Eman Melihat Potensi Besar Kraven yang Tersia-siakan

Kontinuitas dan Evolusi Karakter Rambo

Last Blood membawa Rambo kembali ke akarnya, seorang pria yang berjuang untuk melindungi orang-orang yang dicintainya. Berbeda dengan beberapa film sebelumnya yang menampilkan Rambo dalam setting peperangan yang luas, Last Blood lebih personal dan intim.

Fokusnya lebih pada konflik internal Rambo dan perjuangannya menghadapi trauma masa lalunya. Film ini menunjukkan evolusi Rambo dari seorang tentara yang berjuang di medan perang menjadi seorang pria yang mencoba menemukan kedamaian di rumahnya sendiri. Namun, ketika kedamaian itu terancam, insting bertahannya kembali muncul dengan brutal.

Dibandingkan dengan film-film Rambo sebelumnya, Last Blood memiliki nuansa yang lebih kelam dan personal. Adegan aksi yang disajikan tetap brutal dan intens, namun kali ini lebih terasa sebagai konsekuensi dari tindakan putus asa seorang pria yang kehilangan segalanya. Hal ini memberikan dimensi baru pada karakter Rambo, menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang mesin pembunuh, tetapi juga seorang manusia yang rapuh dan terluka.

Rambo: Last Blood mungkin bukan film Rambo terbaik, tetapi film ini memberikan penutup yang memuaskan bagi saga John Rambo. Keputusan Stallone untuk kembali memerankan karakter ini sekali lagi merupakan keputusan yang tepat, memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengucapkan selamat tinggal pada salah satu ikon film aksi terbesar sepanjang masa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: Wikipedia, IMDb

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X