Sejak saat itu, Manoj belajar banyak hal tentang film dan memutuskan untuk menekuni dunia perfilman dan bekerja sebagai production manager.
Jabatan yang membuat pria keturunan India itu menerima gaji senilai Rp2,5 juta, dan menjadi awal perjalanannya di industri hiburan Tanah Air.
Bangun Perusahaan Sendiri
Pada tahun 2000, Manoj menikahi seorang wanita bernama Shania Punjabi dan mereka dikaruniai tiga anak, yaitu Sairaa Punjabi, Nayla Punjabi, dan Rehaan Punjabi.
Baca Juga: Review Film Killer Heat (2024), Plot Twist Kelam dalam Cinta Segitiga Kembar Monozigotic
Setelah itu, pada tahun 2001, Manoj memutuskan untuk meninggalkan Multivision Plus dan mendirikan perusahaannya sendiri yang dinamakan MD Entertainment pada tahun 2002.
Pada waktu itu, Manoj bersama ayahnya, Dhammo Punjabi, mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi perusahaan produksi hiburan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Visi sang CEO itu sederhana, yakni ingin memberikan yang terbaik terhadap industri perfilman Indonesia.
Perkembangan MD Entertainment
Kesuksesaan Manoj mendirikan MD Entertainment tampak ketika mulai melahirkan anak-anak perusahaan, seperti MD Pictures, MD Animation, dan MD Music.
Manoj pun menerima berbagai penghargaan, seperti yang terbaru masuk daftar Top 15 film box-office genre horor terlaris di Indonesia, dan menjadi trendsetter budaya pop di Indonesia.
Terkini, Manoj memproduksi total lebih dari 150 film, dengan 6-15 film box-office Indonesia dengan pendapatan kotor tertinggi.
Berkat kesuksesannya membangun MD Entertainment, menjadinya sebagai salah satu orang terkaya versi Majalah Forbes 2024 dengan kekayaan bersih (net worth) 1,6 miliar dolar atau sekitar Rp25,6 triliun.
Forbes juga mencatat pada Oktober 2024, MD Entertainment mengakuisisi 80 persen salam di lembaga penyiaran NET.TV seharga 105 juta dolar atau Rp1,6 triliun.
Artikel Terkait
Review Film Weekend In Taipei (2024), Kolaborasi Menyenangkan Luke Evans dan Sung Kang yang Penuh dengan Sponsor
Pelawak Legend Indonesia Ini Soroti Kasus Olokan Gus Miftah ke Pedagang Es Teh hingga Yeti Pesek: Aku Prihatin
Review Film Heretic (2024), Psychological Horror yang Memikat dan Manipulatif
Puisi untuk ‘Menyiksa’ Tentara AS, Jadi Latar Musik Trailer 28 Years Later
Review Film Conclave (2024), Pemilihan Paus Baru yang Penuh Intrik dan Mindblowing