Kinerja yang menonjol datang dari operasi energi terbarukan PetroChina, yang menghasilkan 5,79 miliar kilowatt jam dari sumber angin dan surya selama sembilan bulan pertama, mewakili peningkatan substansial sebesar 72% secara tahun-ke-tahun.
Ekspansi dramatis ini sejalan dengan transisi energi China yang lebih luas, karena negara tersebut menambahkan rekor 212 gigawatt kapasitas surya hanya pada paruh pertama tahun 2025.
Pergeseran China yang semakin cepat menuju energi bersih sedang membentuk kembali pola permintaan di seluruh sektor. Penjualan kendaraan energi baru negara tersebut mencapai rekor 1,6 juta unit pada September 2025, menguasai hampir 50% pasar otomotif domestik dan semakin menekan konsumsi bensin.
Baca Juga: Dalam Peringatan KAA, Megawati Ceritakan Kisah Bung Karno yang Tak Dimakamkan di Kalibata
Transisi ini telah berkontribusi pada penurunan emisi karbon dioksida China sebesar 1% pada paruh pertama tahun 2025, menandai penurunan berkelanjutan yang didorong oleh pertumbuhan energi terbarukan daripada perlambatan ekonomi.
Saham PetroChina yang terdaftar di Hong Kong telah naik 30% sejak awal tahun, mengikuti erat kenaikan Indeks Hang Seng sebesar 31%, sementara investor mempertimbangkan strategi transisi perusahaan terhadap tekanan pendapatan jangka pendek dari pasar minyak yang volatil.***