KLIK SAJA - Mungkin sebagian besar dari kita, belum banyak mengetahui bahwa tanah Papua tidak hanya terkenal akan kekayaan tambangnya, tetapi juga menyimpan berbagai komoditas unggulan.
Salah satu komoditas unggulan Papua yang kurang kita ketahui adalah Kopi.
Kita hanya sering mendengar komoditas ini tersebar di daerah Indonesia bagian barat, namun ternyata Papua juga memproduksi produk kopi sejak lama.
Terdapat tiga spesies kopi yang lazim dikembangkan di Indonesia yakni robusta, arabika, dan liberika yang umumnya ditanam di dataran rendah mulai ketinggian 0 mdpl hingga 500 mdpl.
Baca Juga: Menguak Nikmatnya Kopi Liberika Sendoyan Khas Kalimantan Barat
Ada banyak daerah di Indonesia berhasil mengembangkan varian kopi terutama yang memiliki dataran tinggi.
Sementara spesies kopi yang dikembangkan di Bumi Cenderawasih adalah arabika di Nabire, Dogiyai, Cartenz, dan Lembah Baliem.
Sebelum dimekarkan menjadi 4 provinsi, produksi kopi Papua pada 2023 tercatat sebanyak 2.799 ton yang dihasilkan dari perkebunan seluas total 13.991 hektare atau sekitar 1,09 persen dari produksi nasional.
Walau secara nasional volume produksinya masih terbilang kecil, pada kenyataannya kopi asal tanah Papua sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat.
Setidaknya terdapat 3 varian kopi arabika khas pegunungan Papua yang bercita rasa khas.
Baca Juga: Pisang Mas Kirana, Komoditas Unggulan Lumajang yang Menembus Pasar Global
Pertama yaitu kopi Amungme, spesies arabika yang dibudidayakan di lereng Pegunungan Jayawijaya.
Kopi Amungme yang namanya diambil dari suku pemilik hak ulayat kawasan pegunungan tertinggi di Indonesia itu bercita rasa sedikit asam dengan aroma manis khas serta sedikit moka.
Lalu ada kopi Wamena, sesuai nama daerahnya, dibudidayakan di sekitar Lembah Baliem pada ketinggian 1.200--1.600 mdpl dan cita rasanya sedikit asam dengan nuansa cokelat dan floral.