Belum lagi komoditas sawit yang semakin gencar ditanam oleh petani, Hingga akhirnya kini tinggal sebagian kecil tanaman kopi yang diusahakan petani atau hanya orang tertentu.
Menurut sejarahnya, Dusun Batu Layar memang pernah berjaya dan menjadi sentra kopi.
Desa itu pernah menjadi sentra kopi itu, artinya tanah Batu Layar cocok untuk komoditas tersebut, lalu kemudian dalam budi daya tidak terlalu sulit.
Terpenting lagi sejak dulu budaya ngopi di Kabupaten Sambas bahkan Kalimantan Barat, dimana hampir di setiap kotanya, selalu ada warung kopi.
Pada sisi lainnya pemenuhan kebutuhan lokal akan kopi di daerah masih minim dan sebagian besar penduduknya membeli kopi dari luar.
Baca Juga: Catat! 5 Oleh-oleh Wajib Jika Berkunjung ke Makassar
Artinya, gerakan tanam kopi bisa menjadi solusi untuk kemandirian pemenuhan kebutuhan kopi lokal menjadi terpenuhi.
Keunikan lain dari varian kopi liberika, kopi ini tumbuh di atas tanah bercampur gambut.
Hal tersebut memang cocok untuk jenis kopi liberika yang habitatnya di dataran rendah termasuk ada unsur gambutnya. Sentuhan kopi liberika sendoyan sangat terasa ketika diminum.
Dimana dari hasil uji mutu dan rasa kopi, hasilnya memang baik, ditemukan densitas kopi sudah di atas 750 dari kategori normal 600.
Kopi Liberika Sendoyan kini telah menjadi identitas kopi Kalbar, jenis kopi ini sangat diminati karena rendah kafein dan aman bagi lambung.
Bahkan, Liberika juga disebutnya jenis kopi agak langka dan unik karena memiliki karakter ada rasa buahnya, seperti pisang, nangka, dan lainnya.***