KLIK SAJA - Data Kementerian Pertanian menyebutkan, Indonesia memiliki 16 jenis kopi yang telah masuk pasar internasional.
Dari sekian varian itu, beberapa masuk ke dalam klaster jenis kopi arabika, kopi robusta, dan kopi liberika serta kopi ekselsa.
Pada artikel kali ini pembahasan bukan ihwal kopi robusta, arabika atau ekselsa yang umumnya dikonsumsi pecinta kopi.
Melainkan, kopi jenis liberika, Kopi asal Liberia, Afrika kini banyak dibudidayakan oleh petani kopi di Kabupaten Sambas.
Baca Juga: Keren! Lumajang Punya Air Terjun Tumpak Sewu, Mirip Niagara Falls
Kopi liberika sendoyan, begitu sebutan kopi asal Sambas tersebut.
Kopi ini sempat jaya di era 2000-an, namun, produktivitasnya sempat meredup ketika petani daerah itu beralih menanam lada (sahang sebutan bagi warga setempat), karena ketika itu harga komoditas tersebut cukup bagus.
Seiring dengan meredupnya harga lada, petani di daerah itu kembali membudidayakan kopi jenis liberika.
Bahkan, mereka menamakannya program Gerakan Tanam Kopi Liberikan Sendoyan.
Gerakan tanam tersebut merupakan upaya menggalakkan kembali budi daya kopi jenis liberika untuk mengembalikan kejayaan kopi jenis ini di desa itu, yang sempat berjaya sebelum tahun 2000.
Aktivitas budi daya kopi di Batu Layar yang dihimpun dari tokoh masyarakat dan petani sudah dilakukan sejak 1979.
Pada era 80an hasil dari komoditas tersebut menjadi satu di antara sumber pendapatan utama petani, selain karet dan lada untuk biaya hidup, pendidikan, perabot rumah tangga, kendaraan, dan lainnya.
Namun, seiring waktu dan ada tren berpindah ke komoditas lainnya seperti lada yang saat itu harganya sangat menjanjikan, perlahan tanaman kopi mulai ditinggalkan.