ekonomi

Mengenal Batik Besurek Bengkulu, Warisan Keturunan Pengikut Pangeran Diponegoro

Selasa, 17 Desember 2024 | 17:35 WIB
Contoh Kain Besurek yang lekat motif kaligrafi arab (berita satu)

KLIK SAJA - Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui dunia, memiliki kekayaan motif dan teknik pewarnaan yang luar biasa.

Selama ini citra Batik terlanjur melekat dengan budaya Jawa, padahal bisa kita dapati di seluruh wilayah Nusantara.

Masyarakat di tanah Sumatra pun punya tradisi batik sendiri.

Salah satunya adalah Bengkulu, dimana juga memiliki tradisi batik yang dikenal dengan nama Batik Besurek.

Baca Juga: Pemprov Jabar Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2024 di Sukabumi, Mantap Pisan Euy!

Batik Besurek dari Bengkulu dikenal sebagai salah satu mahakarya seni yang unik.

Dengan motif khas yang berakar pada budaya lokal serta pengaruh luar, Batik Besurek bukan sekadar kain, melainkan juga cerminan sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat Bengkulu.

Etalase ragam motif batik Besurek (annie nugraha)

Jika dilihat dari sejarahnya, Batik Besurek berkaitan erat dengan perkembangan budaya masyarakat Bengkulu sejak zaman kerajaan.

Pada abad ke-17, perpaduan pengaruh pedagang Arab dan pekerja asal India menciptakan warisan kebudayaan yang khas.

Sebutan "Besurek" berasal dari bahasa Bengkulu yang berarti "bersurat" atau "bertulisan", mencerminkan ciri khas batik ini yang menampilkan motif huruf Arab-Melayu bergaya kaligrafi.

Keberadaan Batik Besurek juga dikaitkan dengan Pangeran Sentot Alibasyah, seorang tokoh yang pernah hijrah ke Bengkulu bersama keluarga dan pengikutnya pasca perang Jawa pada pertengahan abad 19.

Sebagai informasi Pangeran Sentot Alibasyah adalah salah satu panglima perang andalan Pangeran Diponegoro, ia dibuang ke Bengkulu, sebagai imbas kekalahan Perang Jawa.

Lama kelamaan, para keturunan Pangeran Sentot menjadi perajin dan pengguna kain khas ini.

Halaman:

Tags

Terkini