Bahkan, kawasan yang menjadi sarana wisata edukasi dan fasilitas riset dan penelitian ini, juga menjadi habitat bagi keragaman avifauna, seperti prenjak padi, terkukur, cucak kutilang, cipoh kacat dan takur ungkut- ungkut.
Baca Juga: Kembali Dibincangkan! Fuji Kini Dekat Seorang Pria dan Nyatakan Sudah Move On dari Thariq Halilintar
Lebih dari itu, SIG Pabrik Tuban juga melakukan terobosan inovatif dalam pengelolaan lahan pascatambang dengan membangun kawasan Ecopark Kambangsemi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
"Program pemberdayaan yang dilaksanakan, mulai dari perkebunan pisang cavendish, perkebunan dan penyulingan kayu putih, area green house, area peternakan (lele, ayam petelur dan kambing), keramba apung ikan nila, Bale Kriya (workshop paving stone, pot, bata interlock), hingga camping ground," tutur Vita.
Vita menjelaskan, Ecopark Kambangsemi merupakan inovasi lingkungan dan sosial yang sejalan dengan semangat keberlanjutan SIG sebagaimana telah diatur dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.
Inovasi ini nantinya diharapkan dapat menjaga keselarasan antara proses bisnis Perusahaan dengan kelestarian lingkungan.
Tak hanya itu juga menjadi bagian pengembangan komunitas, yang menjadi komitmen SIG dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).
"Inovasi lingkungan dan sosial yang telah dijalankan telah membawa SIG Pabrik Tuban meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan atau PROPER Emas Tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," ungkap Vita.
Selain di Pabrik Tuban, SIG juga telah melakukan reklamasi di seluruh kawasan tambang yang dikelola oleh Perusahaan melaui anak usaha dan unit usahanya.
Anak usaha tersebut meliputi PT Semen Gresik di Rembang, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Baturaja Tbk.
Juga ada PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Narogong, Cilacap, Tuban, dan Lhoknga, PT Pendawa Lestari Perkasa di Pasuruan, serta PT Solusi Bangun Beton di Maloko.