Strategi 2024
Hasyim menambahkan, perseroan memiliki strategi dalam mengantisipasi penurunan laba bersih dan beban utang pinjaman bank di 2024.
Langkahnya yaitu dengan tetap mengutamakan sumber pendanaan dari ekuitas terlebih dahulu dibandingkan dengan pinjaman bank.
"Hal ini dikarenakan saat ini tingkat suku bunga pinjaman mengalami kenaikan yang akan berdampak terhadap beban bunga," tuturnya.
Baca Juga: Dana PIP Kemdikbud Cair Hari Ini! Untuk Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Simak Selengkapnya
Investasi Proyek Tol Antasari-Depok-Salabenda
Hasyim mengatakan, total investasi untuk Tol Antasari-Depok-Salabenda seksi 3 dan 4 adalah sebesar Rp2,2 triliun dengan sumber pembiayaannya sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
"Yaitu 30% equity dan 70% loan. Tetapi dalam pelaksanaannya komposisi tersebut dapat berubah, apalagi dengan memerhatikan tingkat suku bunga saat ini yang terus tinggi, sehingga akan berdampak terhadap pembiayaan melalui pinjaman bank," jelasnya.
"Perseroan akan mempertimbangkan dengan hati-hati komposisi besaran equity dan loan yang harus dilakukan untuk sumber pendanaan tol Antasari-Depok-Salabenda seksi 3 dan seksi 4," sambung Hasyim.
Pada pembangunan ruas tol Antasari-Depok-Salabenda seksi 1 dan seksi 2, sumber pendanaannya dari pinjaman bank melalui PT BSI dan PT SMI.
Sehingga untuk pembangunan seksi 3 dan seksi 4 pendanaannya diharapkan dapat melalui PT BSI dan PT SMI (existing).***