Ekbis, Klik Saja - Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) turun tajam dalam sepekan di tengah bursa memasukkan emiten tersebut.
Ternyata dalam hal itu dilakukan secara bersama empat saham lainnya, ke dalam Efek Tidak Dijamin (ETD) mulai Jumat (1/3).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham OASA terjun bebas hingga minus 19,59 persen dalam sepekan ke level Rp119 per saham.
Baca Juga: Progres Kantor Presiden di IKN Capai 74%, Diana Kusumastuti : Saya Optimis Bisa Selesai
Pergerakan saham OASA terbilang fluktuatif selama minggu ini, sempat anjlok 24 persen pada Selasa (27/2) dan 14 persen pada Rabu (28/2), sebelum kemudian rebound 19 persen pada Kamis (29/1).
OASA memiliki kaitan dengan aktris kenamaan Indonesia Cinta Laura Kiehl.
Baca Juga: Dapat Respon Positif Fakultas Ekonomika dan Bisnis Lakukan Baksos Bagi Sembako
Pemegang saham OASA, emiten yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT), mengangkat Cinta Laura menjadi komisaris perusahaan pada Juni 2022.
Selain OASA, empat nama yang dimaksud adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).
Keputusan memasukkan lima saham tersebut ke dalam ETD berdasarkan Pasal 25 Peraturan OJK No. 26/2014 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.
Tak hanya pada hasil evaluasi bersama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) atas Efek Bersifat Ekuitas yang ditransaksikan di Bursa.
“Efek Tidak Dijamin tersebut berlaku efektif sejak 1 Maret 2024 s.d. 28 Maret 2024,” jelas bursa dalam keterangan tertulis, pada 22 Januari 2024.
Bursa menjelaskan, perdagangan ETD hanya dapat dilakukan di Pasar Negosiasi, sesuai dengan Peraturan BEI No. II-K tentang Efek Tidak Dijamin dan Transaksi Dipisahkan.
Artikel Terkait
Ditutup Menguat! IHSG Tembus Hingga Ke Level 7.100, Simak Rekomendasi Acuan Saham Perdagangan Besok
Begini Untuk Harga Emas Perhiasan 70 Persen Hari Ini
Target Lada Bersih Hingga Rp 1,16 Triliun Pada Penutup Tahun 2023, Emiten Saham CMNP Milik Jusuf Hamka Bersiap untuk Melesat
Minyak Kembali Bertenaga Usai Merosot Tajam, Akankah Menjadi Harga Tertinggi Menuju Tahun 2024?
Saham GZCO Meroket Tajam, Dibalik Nama Prajogo Pangestu Hilang sejak Oktober