edukasi

Mengagumi Ketangguhan Laksamana Malahayati Pimpin Laskar Inong Balee Melawan Armada Belanda

Sabtu, 11 April 2026 | 00:40 WIB
Ilustrasi Laksamana Malahayati dalam mengalahkan armada Belanda (RRI)

Pasukan ini terdiri dari para janda yang ingin membalas kematian suami mereka di medan perang, termasuk suami Malahayati yang gugur dalam pertempuran melawan Portugis.

Pasukan ini memiliki basis pertahanan sendiri, yang jejaknya masih dapat ditemukan di Teluk Krueng Raya.

Pada 21 Juli 1599, dua kapal Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan Frederik de Houtman berlabuh di Aceh.

Tanpa diduga, Laksamana Malahayati melancarkan serangan. Dalam peristiwa tersebut, Cornelis de Houtman tewas bersama beberapa anak buahnya, sementara Frederik de Houtman ditangkap dan dipenjara oleh Kesultanan Aceh.

Serangan ini mengejutkan bangsa Eropa, khususnya Belanda, sekaligus menunjukkan kewibawaan dan kekuatan militer Malahayati.

Baca Juga: Mengenal Syekh Muhammad Amin al-Husaini, Tokoh Palestina Pendukung Kemerdekaan Indonesia

Namanya semakin dikenal ketika Mahkamah Amsterdam menjatuhkan denda sebesar 50.000 gulden kepada Paulus van Caerden, yang harus dibayarkan kepada Aceh.

Denda tersebut merupakan akibat dari tindakan van Caerden yang menenggelamkan kapal dagang Aceh dan merampas muatannya berupa lada.

Peristiwa penting lainnya adalah ketika Malahayati mengirim tiga utusan ke Belanda, yaitu Abdoelhamid, Sri Muhammad, dan Mir Hasan.

Mereka tercatat sebagai duta pertama dari kerajaan Asia yang mengunjungi Belanda.

Kehebatan Malahayati dalam memimpin angkatan perang diakui oleh berbagai bangsa, termasuk Eropa, Arab, Tiongkok, dan India.

Hingga kini, namanya terus dikenang dan diabadikan dalam berbagai bentuk, seperti nama kapal perang Republik Indonesia (KRI Malahayati), kampus, pelabuhan, jalan, rumah sakit, dan berbagai fasilitas lainnya.***

Halaman:

Tags

Terkini