edukasi

Mengagumi Ketangguhan Laksamana Malahayati Pimpin Laskar Inong Balee Melawan Armada Belanda

Sabtu, 11 April 2026 | 00:40 WIB
Ilustrasi Laksamana Malahayati dalam mengalahkan armada Belanda (RRI)

KLIK SAJA – Jika bicara tokoh perjuangan wanita asal Aceh, kebanyakan dari kita hanya mengenal Cut Nyak Dien atau Cut Nyak Meutia.

Padahal ada tokoh wanita tangguh lainnya yang berasal dari Tanah Rencong, dimana tak kalah pula kehebatannya dalam melawan kolonialisme, namanya Laksamana Malahayati.

Malahayati merupakan salah satu perempuan pejuang dari Kesultanan Aceh yang dikenal tangguh dan berani.

Sebagai perempuan berdarah bangsawan, pada periode 1585–1604 ia memegang jabatan penting sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana, Panglima Rahasia, sekaligus Panglima Protokol Pemerintah di bawah Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Perempuan perkasa ini memimpin sekitar 2.000 pasukan Inong Balee—yang terdiri dari para janda pejuang yang gugur—dalam pertempuran melawan kapal dan benteng Belanda pada 11 September 1599.

Dalam pertempuran tersebut, ia berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam duel satu lawan satu di geladak kapal.

Atas keberanian dan kepemimpinannya, ia kemudian dianugerahi gelar Laksamana.

Nama Malahayati tidak hanya dikenal di Nusantara, tetapi juga tercatat dalam berbagai literatur Barat dan Tiongkok.

Meski di Indonesia popularitasnya tidak setara dengan Cut Nyak Dien, para peneliti Barat menempatkannya sejajar dengan tokoh-tokoh besar dunia seperti Semiramis, permaisuri Babilonia, dan Katarina II, Kaisar Rusia.

Malahayati berasal dari keluarga bangsawan sekaligus militer. Ayahnya, Mahmud Syah, adalah seorang laksamana.

Kakeknya dari garis ayah, Muhammad Said Syah, juga seorang laksamana dan merupakan putra Sultan Salahuddin Syah (memerintah 1530–1539).

Sultan Salahuddin sendiri adalah putra Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah, pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.

Dari garis keturunan inilah jiwa kepemimpinan dan patriotisme Malahayati terbentuk kuat.

Pembentukan pasukan Inong Bale diyakini merupakan gagasan Malahayati sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini