Mengenal Tokok Sagu, Tradisi Kearifan Lokal Orang Papua yang Tak Lekang Jaman

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:57 WIB
kegiatan Tokok Sagu oleh masyarakat Papua (Mongabay)
kegiatan Tokok Sagu oleh masyarakat Papua (Mongabay)

KLIK SAJA - Sagu bukan sekadar makanan pokok bagi masyarakat Papua, khususnya mereka yang tinggal di wilayah pesisir.

Lebih dari itu, sagu merupakan bagian penting dari identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nilai-nilai tentang sagu hidup dalam berbagai ritual adat, tarian tradisional, hingga lagu daerah yang menggambarkan kedekatan masyarakat Papua dengan alam.

Banyak dari kita Sagu adalah alternatif makanan pokok dari Nasi, padahal sejatinya gizi Sagu tak kalah dari Nasi.

Maka dari itu, sebagai manusia Nusantara, harus selalu melestarikan budaya konsumsi Sagu.

Salah satu contoh pelestarian tradisi sagu dapat ditemukan di sekitar Danau Sentani.

Baca Juga: Ngeri dan Mengharukan! Ada Tradisi Potong Jari dari Suku Dani di Pegunungan Papua, Simbol Kesetiaan Keluarga

Di wilayah ini, masyarakat masih menjalankan tradisi tokok sagu, yaitu proses mengolah batang pohon sagu menjadi bahan makanan.

Prosesnya dimulai dengan membelah batang pohon sagu, kemudian bagian dalam batang yang mengandung pati dicacah menggunakan martil kayu tradisional yang disebut wek.

Hasil cacahan tersebut—dikenal dengan sebutan ela—kemudian dicampur air dan diremas hingga mengeluarkan sari pati.

Sari pati inilah yang nantinya diolah menjadi tepung sagu, bahan dasar berbagai hidangan khas Papua.

Dalam tradisi tokok sagu, masyarakat berbagi peran dengan penuh kebersamaan.

Para perempuan umumnya bertugas menokok dan memeras sagu, sementara para laki-laki menyiapkan wadah serta mengangkut tepung sagu yang telah jadi.

Kearifan lokal ini mencerminkan nilai-nilai filosofis yang dalam: sagu diibaratkan sebagai sosok ibu yang memberi kehidupan, karena hampir seluruh bagian pohonnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X