Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu

photo author
- Rabu, 11 Juni 2025 | 16:13 WIB
Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan ‎Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu.

Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.

Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu.

Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga: Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Judul Buku Yang Pernah Dilarang Pada Angkatan 1966 Adalah

Soal Lengkap

Salah satu ciri kondisi karya sastra tanah air pada angkatan 70-an dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu….

a) Konsepsi Pancasila
b) Moral dan agama
c) Kesadaran nurani manusia
d) Kritik rezim orde baru
e) Filsafat eksistensialisme

Jawaban

Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% untuk pertanyaan “Salah satu ciri kondisi karya sastra tanah air pada angkatan 70-an dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu….” adalah:

d) Kritik rezim orde baru

Angkatan 70-an dalam sejarah sastra Indonesia dikenal sebagai salah satu fase penting dalam perkembangan ekspresi kebudayaan dan pemikiran kritis yang tajam terhadap keadaan sosial-politik bangsa. Pada masa ini, Indonesia berada di bawah pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, yang sangat menekankan stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan pengendalian ketat terhadap berbagai bentuk ekspresi yang dianggap mengganggu status quo kekuasaan.

Para sastrawan angkatan 70-an tidak tinggal diam melihat berbagai ketimpangan, penindasan, pelanggaran hak asasi manusia, serta praktik kekuasaan yang represif. Mereka menjadikan karya sastra sebagai medium kritik terhadap rezim yang otoriter tersebut. Bentuk kritik ini tidak selalu disampaikan secara gamblang, tetapi juga melalui simbolisme, metafora, dan alegori agar bisa menghindari sensor ketat dari pemerintah. Namun, semangat perlawanan tetap menjadi roh utama dalam karya-karya mereka.

Beberapa sastrawan penting pada angkatan ini antara lain W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, dan Putu Wijaya. W.S. Rendra, misalnya, dikenal dengan puisi-puisinya yang lantang mengkritik kebijakan pemerintah, kemunafikan sosial, serta ketidakadilan yang dialami rakyat kecil. Puisi-puisinya seperti “Sajak Seonggok Jagung” dan pementasan teaternya sering kali disensor bahkan dilarang karena dianggap membahayakan kestabilan politik.

Selain itu, media alternatif dan panggung-panggung kesenian menjadi arena penting bagi para sastrawan untuk menyuarakan kegelisahan nurani rakyat. Di sinilah sastra tidak hanya menjadi karya estetika, tetapi juga menjadi alat perlawanan politik yang bermartabat dan cerdas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Buku Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X