KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu.
Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.
Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Salah Satu Ciri Kondisi Karya Sastra Tanah Air Pada Angkatan 70-an Dapat Digambarkan Sebagai Berikut, Yaitu.
Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Baca Juga: Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Judul Buku Yang Pernah Dilarang Pada Angkatan 1966 Adalah
Soal Lengkap
Salah satu ciri kondisi karya sastra tanah air pada angkatan 70-an dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu….
Jawaban
Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% untuk pertanyaan “Salah satu ciri kondisi karya sastra tanah air pada angkatan 70-an dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu….” adalah:
d) Kritik rezim orde baru
Angkatan 70-an dalam sejarah sastra Indonesia dikenal sebagai salah satu fase penting dalam perkembangan ekspresi kebudayaan dan pemikiran kritis yang tajam terhadap keadaan sosial-politik bangsa. Pada masa ini, Indonesia berada di bawah pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, yang sangat menekankan stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan pengendalian ketat terhadap berbagai bentuk ekspresi yang dianggap mengganggu status quo kekuasaan.
Para sastrawan angkatan 70-an tidak tinggal diam melihat berbagai ketimpangan, penindasan, pelanggaran hak asasi manusia, serta praktik kekuasaan yang represif. Mereka menjadikan karya sastra sebagai medium kritik terhadap rezim yang otoriter tersebut. Bentuk kritik ini tidak selalu disampaikan secara gamblang, tetapi juga melalui simbolisme, metafora, dan alegori agar bisa menghindari sensor ketat dari pemerintah. Namun, semangat perlawanan tetap menjadi roh utama dalam karya-karya mereka.
Beberapa sastrawan penting pada angkatan ini antara lain W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, dan Putu Wijaya. W.S. Rendra, misalnya, dikenal dengan puisi-puisinya yang lantang mengkritik kebijakan pemerintah, kemunafikan sosial, serta ketidakadilan yang dialami rakyat kecil. Puisi-puisinya seperti “Sajak Seonggok Jagung” dan pementasan teaternya sering kali disensor bahkan dilarang karena dianggap membahayakan kestabilan politik.
Selain itu, media alternatif dan panggung-panggung kesenian menjadi arena penting bagi para sastrawan untuk menyuarakan kegelisahan nurani rakyat. Di sinilah sastra tidak hanya menjadi karya estetika, tetapi juga menjadi alat perlawanan politik yang bermartabat dan cerdas.
Artikel Terkait
Lirik Dikatakan Bersifat Subjektif Karena
Pemilihan Kata Yang Digunakan Dalam Puisi Cenderung Lebih Padat Dibandingkan
Istilah Kesusastraan Dikenal Sebagai
Fungsi Bahasa Untuk Menggambarkan, Membentuk, Dan Mengekspresikan Gagasan, Perasaan, Pendapat, Dan Sikap Penyair Disebut Sebagi Fungsi Bahasa
Cerpen Adalah Suatu Karangan Prosa Yang Berisi Sebuah Peristiwa Kehidupan Manusia Pelaku/tokoh Dalam Cerita Tersebut. Pengertian Cerpen Tersebut
Karakter Penokohan Dalam Cerpen Langsung Diungkapkan Melalui Bentuk
Berikut Ini Yang Termasuk Karya Sastra Hasil Angkata 2000-an Adalah
Karya Sastra Dapat Dibedakan Menjadi Puisi, Prosa, Dan Drama Berdasarkan
Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Judul Buku Yang Pernah Dilarang Pada Angkatan 1966 Adalah
Viral! Remaja M yang Hendak Bunuh Diri Akibat Kendala Biaya Sekolah Kini Jadi Tanggungan Dedi Mulyadi untuk Melanjutkan Pendidikan