trending

TPU Sudiang Makin Sempit, Ini Bakal Lahan Pekuburan Baru Seluas 9 Hektar di Maros

Sabtu, 18 Februari 2023 | 10:43 WIB
Pemkot Makassar menyiapkan lahan pekuburan baru di Maros

klikSAJA.id, Makassar--Lahan pekuburan atau dikenal dengan istilah resmi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pemkot Makassar di Sudiang makin hari, makin sempit. Butuh pahan baru untuk kawasan TPU. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyiapkan sekira 9 hektar lahan baru di Maros.

Hal ini sebagai jawaban atas makin menipisnya lahan perkuburan di beberapa lokasi di Makassar.

"Tempatnya bagus, pertama bebas banjir, ke dua, saya menganggap 9 hektar masih kecil. Tetapi saya berharap ini awal, dan kalau ada pengembangan di belakang saya kira bisa. Dan mudah-mudahan bisa," kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto usai melakukan peninjauan lokasi TPU Pemkot Makassar, di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Maros, Jumat, (17/02/2023).

Baca Juga: Ngeri Ular Piton Pun Terganggu Banjir, Resahkan Warga, Langsung Ditangkap Petugas Pemadam Kebakaran

Dirinya sebenarnya berharap pengadaan Pemkot bisa mencapai 50 hektar agar bisa digunakan dalam jangka panjang sampai 20 hingga 30 tahun mendatang.

Meski begitu, ia merasa tidak masalah karena diharapkan ada perluasan nantinya.

Pun pihaknya akan membuat dengan konsep yang lebih bagus, rapi dan lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Juga dengan jalan menuju ke pemakaman dan fasilitas umum (fasum) lainnya yang bakal direncanakan.

"Kita bikin rumah masa depan yang rapi betul, apalagi saya lihat tanahnya memenuhi. Saya coba lihat, bagaimana jika pengembangan kalau misalnya kita bisa hibah jalan supaya jalannya bagus dan masyarakat tidak terganggu jadi mesti dilebarkan," ucapnya.

Baca Juga: Makassar Bercita-cita Jadi Kota Penanganan E-Waste

Termasuk harus ada masjid, yang akan dibuat dan diserahkan sebagai fasum untuk warga Tammu-tammu.

Meski secara resmi dan masih berproses, tetapi dia mengaku lahan baru itu sudah cocok.

"Tetapi tempatnya saya sudah oke. Apalagi dukungan masyarakat luar biasa. Kita analisis terlebih dahulu karena butuh proses. Misalnya, harga yang harus ada diappraisal; tim penilai, independen, jadi ini masih proses," akunya.

Apalagi para tokoh masyarakat juga setuju dan mendukung dengan adanya pemakaman umum ini.

Halaman:

Tags

Terkini