KlikSAJA, Makassar--Dua jemaah haji asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel nyaris saja tak berangkat terbang ke Arab Saudi karena perekaman sidik jari dan biometrik wajah tak berhasil.
Dua jemaah ini memang sudah tergolong jemaah Lanjut Usia (Lansia). Bahkan mereka dibantu menggunakan kursi roda saat berada di Asrama haji Sudiang.
Keduanya tergabung dalam gelombang I Jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Bulukumba yang tergabung dalam kloter 4 diberangkatkan dari Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar menuju Bandara Sultan Hasanuddin.
Sebelumnya, secara bergiliran, JCH Bulukumba bersama JCH Parepare yang tergabung dalam kloter 4 ini melalui proses pemeriksaan keimigrasiandi Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar.
Baca Juga: Festival Pendidikan Astra 2023 Diikuti 1.000 Peserta
Namun mendapatkan giliran mereka, terdapat masalah perekaman biometrik wajah dan sidik jari.
Keduanya berasal dari Bulukumba, yakni Raona (Kecamatan Bonto Bahari) dan Indo Raeng (Kecamatan Ujung Loe). Perekaman biometric itu dilakukan dengan visa bio. Visa bio adalah aplikasi perekaman biometrik wajah, sidik jari, dan foto copy paspor. Sidik jari Kedua JCH ini sulit terekam sejak proses perekaman kemarin.
"Sampai dinihari, kami dari seksi PHU harus stand by di ruang Siskohat, tapi sampai jelang keberangkatan, persetujuan visa dari Arab Saudi masih belum nampak pada aplikasi, sedangkan pihak maskapai hanya memberi waktu 20 menit (sampai pukul 10.20) jika tidak kedua JCH kita ini tidak bisa bergabung dalam penerbangan kloter 4," terang Haeruddin, Staff PHU Kemenag Bulukumba.
Kedua JCH ditempatkan di salah satu ruangan aula Mina sambil menunggu persetujuan visa didampingi H. Muhammad Yunus Kepala Kankemenag Bulukumba, PPIH Kabupaten Bulukumba dan PPIH Embarkasi Makassar sedangkan JCH yang lain telah diberangkatkan menuju bandara Sultan Hasanuddin.
Baca Juga: Kehadiran Amsal Sampetondok Guncang Pileg DPR RI Dapil Sulsel 3
Sekira 20 menit bagi kami yang ada di ruangan tersebut begitu singkat. Do'a terus mengalir agar keduanya dapat ikut dalam penerbangan kloter, apalagi keduanya juga sudah masuk kategori lansia dan harus menggunakan kursi roda.
Hingga pukul 10.18 persetujuan dari pemerintah Arab Saudi belum tiba, Kepala Kankemenag Bulukumba bersama PPIH Embarkasi Makassar terus melakukan koordinasi.
"Alhamdulillah, jadiki berangkat" Seru Kepala Kankemenag kepada kedua JCH setelah memperoleh konfirmasi kepastian visa dan penerbangan.
Kedua CJH, PPIH Bulukumba, PPIH Embarkasi, menyambut informasi ini dengan ungkapan syukur dan deraian air mata. Tak henti-hentinya "Alhamdulillah" terus terucap.