trending

Targetkan PAD Rp2 T, Bapenda Ajukan Ranperda Harmonisasi PDRB

Selasa, 21 Februari 2023 | 21:09 WIB
Kepala Bapenda Sulsel Firman Paggarra (kanan)

klikSAJA, Makassar--Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar memargetkan Pendapatan Asli Daera (PAD) Kota Makassar mencapai Tp2 Triliun pada 2023 ini.

Demi mencapai hal iti, Bapenda Kota Makassar mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda).

Hal ini terkait aturan harmonisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRB). Langkah itu untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga: Even F8 2023 Bakal Hadirkan Rumah Adat Bugis, Makassar dan Toraja

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda, Firman Pagarra, Selasa (21/2/2023). Dia mengatakan Makassar merupakan salah satu dari lima kota yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai role model di Indonesia.

"Kita buat perda baru untuk menindaklanjuti turunan undang-undang nomor 1 tahun 2022 ini tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Makassar sebagai percontohan administrasi pendapatan atau role model pendapatan harmonisasi pajak daerah dan retribusi daerah dari 5 kota di Indonesia," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Bapenda Makassar, M. Fuad Arfandi menurutnya, tahapan sudah selesai proses harmonisasi di Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sulsel.

Baca Juga: OJK Gandeng PKK Latih Ibu Rumah Tangga Kelola Keuangan

Selanjutnya akan diajukan ke DPRD Makassar untuk segera dibahas. Targetnya, tahun 2022 ini raperda pajak dan retribusi bisa menjadi agenda pembahasan dewan sehingga ditetapkan sebagai Perda.

"Pekan depan kita ajukan ke DPRD untuk dibahas. Jika Perda pajak daerah dan retribusi bisa disahkan pada tahun ini, maka per 1 Januari 2024 kita berlakukan," tambahnya.

Fuad berharap, adanya perubahan regulasi tentang pajak daerah dan retribusi ini harus dilakukan sinkronisasi aturan baru sehingga tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

"Kita ajukan juga karena ada usulan penyesuaian tarif, sehingga bisa mendongkrak penerimaan sehingga mewujudkan PAD menuju 2 Triliun" tutupnya.***

 

Tags

Terkini