KlikSAJA, Makassar--Perlu upaya yang kuat untuk digitalisasi layanan publik karena pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik
Hal itu diungkapkan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan saat membuka resmi kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pengembangan Ekosistem SPBE Kota Makassar, di Swissbell Hotel Pantai Losari, Kamis (11/05/2023).
Andi Irwan Bangsawan menekankan terdapat beberapa poin penting salah satunya koneksitas berbasis transformasi digital.
Berdasarkan Peraturan Presiden No 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, mengharuskan proses digitalisasi sudah harus diterapkan dalam pelayanan publik.
Meski demikian, digitalisasi di setiap OPD belum optimal. Karenanya, ia menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk menjalankan Arsitektur SPBE dengan memperhatikan aplikasi berjalan baik, sistem jaringan yang powerfull, sistem keamanan, kemampuan SDM.
Baca Juga: Ketua PSSI Salut Polri Gerak Cepat Siapkan Konsep Baru Pengamanan Liga 1
“Tahun ini SPBE di semua OPD harus dilakukan dan dilaksanakan dengan memperhatikan poin-poin penting seperti jaringan dan SDM IT yang paham di bidang aplikasi itu,” ucapnya.
Menurut, Andi Irwan Bangsawan Arsitektur SPBE sendiri merupakan kerangka dasar yang mendeskripsikan integrasi proses bisnis, data dan informasi, infrastruktur, aplikasi serta keamanan yang memuat arah kebijakan dan strategi, kerangka kerja, domain serta inisiatif strategis.
Dengan adanya arsitektur dan peta rencana SPBE, diharapkan layanan digital yang terpadu segera terwujud.
“Saya harap ada upaya yang kuat untuk digitalisasi layanan publik. Karena pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik kedepannya,” harapnya.
Kegiatan ini pula menghadirkan dua narasumber Kabag Organisasi dan Tata Kelola, Andi Indarwati dan Akademisi Unhas, Muh. Alief Fahdal Imran Oemar. ****