KlikSAJA,--Bos pabrik cat dan orang terkaya di Indonesia, Hermanto Tanoko sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Hermanto Tanoko adalah sosok crazy rich asal Surabaya yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2022 lalu.
Perusahaan itu adalah Caturkarda Depo (DEPO) yang berhasil mengumpulkan Rp493,57 miliar dana IPO setelah melepas 15,08% saham baru dan Avia Avian (AVIA) yang mampu mengumpulkan Rp5,76 triliun setelah melepas 10,01% saham baru.
Hermanto Tanoko lahir pada September 1962 di Malang. Dia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Soetikno Tanoko dan Soeryani.
Dia tak lahir dari keluarga yang kaya. Dia lahir di keluarga dengan ekonomi pas-pasan, membuat dirinya terus belajar dan tidak patah semangat.
Awalnya, Hermanto membantu keluarganya dengan menjadi penjaga toko cat dan mengelola apotek saat usianya masih sangat muda.
Dia selalu mengasah kemampuan bisnis semenjak kecil. Meski ia harus membagi waktu antara belajar di sekolah dan menjaga toko, Hermanto mampu membuat toko ayahnya menjadi ramai.
Baca Juga: Pengusaha Cat Kaya Hermanto Tanoko Buka SMK Gratis
Ia pun bertekad membuat pabrik yang masih kecil itu menjadi besar. Pabrik cat itulah yang menjadi cikal bakal Tancorp Abadi Nusantara.
Tancorp dimulai pada tahun 1976. Berkat pemikiran inovatif Hermanto Tanoko, Tancorp berhasil melahirkan beberapa perusahaan yang bergerak di berbagai bidang industri.
Pada awalnya, pengembangan dimulai dari Avia Avian yang sudah berdiri sejak tahun 1976. Sementara itu, Caturkarda Depo Bangunan membuka gerai pertamanya pada 1996 di Kalimalang, Jakarta Timur. Baru pada tahun 2015, secara resmi Tancorp menjadi holding.
Menurut situs resmi perusahaan sebagaimana dikutip KlikSAJA dari Kliktimes.com, Tancorp Abadi Nusantara membawahi 8 subholding perusahaan mulai dari industri, distribusi, properti, perhotelan, makanan & minuman, kesehatan & kecantikan, bisnis jaringan, serta kafe & restoran.
Beberapa perusahaan yang ada di bawah Tancorp antara lain Avian, No Drop, Cleo Pure Water, Tanrise, hingga Vasa Hotel.
Semenjak membawa dua perusahaannya melantai di bursa tahun lalu dan memiliki valuasi tinggi, kekayaannya ikut naik tajam. Saat ini harta yang dimiliki ditaksir mencapai US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 43,05 triliun menggunakan asumsi kurs Rp 14.350/US$.****