Kaget Dengar Petasan, Bayi Umur Sebulan di Gresik Meninggal

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Jumat, 28 April 2023 | 10:51 WIB
Seorang bayi di Gresik meninggal setelah dengar petasan
Seorang bayi di Gresik meninggal setelah dengar petasan

KlikSAJA, Gresik--Malang nian nasib seorang bayi di Gresik. Bayi yang baru berumur sebulan itu kritis setelah kaget mendengar suara petasan yang dibunyikan tetangganya.

Bayi yang bermukim di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Gresik, dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dilarikan ke klinik terdekat.

Bayi berusia satu bulan itu sempat kritis, hingga dinyatakan meninggal dunia setelah pembuluh darah otak mengalami pecah.

Peristiwanya bermula, pada Sabtu (22/4/2023), malam, yakni satu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Kapolda Sulsel Beri Motivasi Personel Polres Jeneponto yang Tertembak

Tetangga sebelah rumahnya, tengah menyalakan petasan dengan suara ledakan besar. Suara ledakan itu bagaikan guntur, menyengat di telinga bayi dari Nur Hasyim (35) dan Nur Faizah (28).

Bayi itu pun kaget dan kejang. Di tambah lagi asap petasan memenuhi rumah korban, hal itu juga memperburuk keadaan. Bayinya menangis sangat kencang. Tidak hanya itu, mata kanan si bayi tak bisa membuka. Berbeda dengan mata kiri masih terlihat normal.

Keadaan tak kunjung membaik, keluarga bayi lalu membawa ke klinik, pada Senin (24/4/2023). Karena masih suasana lebaran, banyak fasilitas kesehatan tutup. Orang tua korban lalu membawa bayi ke bidan desa.

“Disana dikasih obat sama bu bidan. Tapi setelah pulang, kejangnya masih ada. Malah cenderung sering, rentang waktu setiap 10 menit,” kata Nufuz bibi korban, pada Kamis (27/4/2023).

Kemudian pada Selasa (25/4/2023), keadaan semakin memburuk. Pada pukul 12.00 malam, selain kejang, Bayi juga mengalami sesak nafas. Nafasnya cepat tidak seperti biasanya. Puncaknya pukul 07.00 pagi, kemudian dilarikan di RS Denisa.

Baca Juga: Servis Berkala Lebih Hemat di OtoXpert

“Disana terombostinya turun, sampai 4,5. Sempat diberikan oksigen, sehingga keadaan kembali membaik,” tandasnya.

Sayangnya saat malam, sesak nafasnya kembali kambuh. Pihak RS Denisa Gresik merekomendasikan agar bayi dirawat di rumah sakit Muhammadiyah Lamongan dengan fasilitas lebih lengkap.

“Dirujuk di RS Lamongan itu haru Rabu, di sana sempat dirawat dengan alat yang dibutuhkan pasien. Sampai akhirnya keluarga mendapat kabar, pembuluh darah otak pecah,” jelasnya sebagaimana dikutip klikSAJA dari akun IG @ndorobei_official.

Kabar ini pun bagai petir. Bayi pasangan Nur Faizah dan Nur Hasyim meninggal dunia pada, Kamis (27/4/2023) pukul 10.00 Wib, di RS Muhammadiyah Lamongan. ****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Sumber: Ndorobei_Official

Tags

Rekomendasi

Terkini

X