Langka, Empat Organisasi Ngumpul Bahas Kemerdekaan Pers di Makassar

photo author
- Senin, 10 April 2023 | 04:46 WIB
Empt organisasi pers ngumpul bahas kemerdekaan pers
Empt organisasi pers ngumpul bahas kemerdekaan pers

KlikSAJA, Makassar--Empat organisasi pers di Makassar menggelar buka puasa bersama sekaligus menyatukan visi dan misi membahas kemerdekaan pers dan diskriminasi peran pers di redcorner, Minggu (9/4/2023).

Organisasi itu yakni, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan dan Barat, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Makassar dan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan.

Buka puasa bersama itu digelar dalam rangka untuk mempererat tali silaturahim antar sesama jurnalis yang menjadi anggota organisasi itu.

Momentum yang jarang terjadi itu, menyatukan visi dalam merawat kemerdekaan pers dengan menolak segala bentuk upaya diskriminasi terhadap peran pers.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?

Organisasi ini memiliki berkomitmen untuk mengawal sejumlah kasus kekerasan pers yang hingga kini measih mengendap alias jalan di tempat.

Menurut Ketua AJI Makassar, Didit Hariyadi, buka puasa ini dapat memperkuat solidaritas jurnalis.

Dia mencontohkan, insiden pemukulan jurnalis LKBN Antara, Darwin Fathir, saat liputan penolakan Omnibus Law di depan kantor DPRD Sulsel tahun 2019, silam yang sampai saat ini masih belum jelas ujung pangkalnya.

"Di rezim sekarang perlu kita bersolidaritas karena banyaknya kasus kekerasan yang kerap menimpa teman-teman jurnalis. Impunitas mandeknya kasus kekerasan terhadap jurnalis menjadi preseden buruk di Sulsel, para pelakunya tidak pernah disidangkan. Bahkan polisi sebagai pelaku tidak pernah diproses secara pidana. Ada empat polisi tersangkanya tapi tidak ditahan dan kasusnya mandek. Oleh karena itu penting adanya reformasi Polri dengan banyaknya kasus yang menimpa institusi cokelat ini," kata Jurnalis Tempo ini.

Baca Juga: KKN Kebangsaan 2023 akan Digelar di Kalimantan Barat, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Hal yang sama juga dikemukakan Ketua PJI Sulsel, Syafril Rahmat. Dia melihat proses hukum terhadap pelaku kekerasan pers selama ini terkesan lamban, terlebih jika melibatkan oknum aparat.

"Berbanding terbalik jika yang dilaporkan itu rekan-rekan pers. Contoh dalam kasus dugaan pelanggaran ITE. Jadi terkesan ada diskriminasi alias tebang pilih bila mana pelaku kekerasan itu dari oknum aparat," tegasnya.

Lain lagi halnya yang disampaikan Ketua IJTI Sulselbar, Andi Muhammad Sardi, dia mengatakan buka puasa empat organisasi jurnalis ini merupakan kali pertama terjadi sejak empat organisasi ini eksis di Sulsel.

"Ini kali pertama empat organisasi jurnalis berkumpul bersama. Kami harap hubungan yang baik ini tetap berjalan ke depan," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X