Doom Observatorium Unismuh Makassar Langsung Digunakan Pantau Hilal

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Kamis, 23 Maret 2023 | 13:31 WIB
Pantau Hilal di Doom Observation Unismuh Makassar
Pantau Hilal di Doom Observation Unismuh Makassar

klikSAJA, Makassar--Setelah resmi dioperasionalkan, Doom Observatorium Unismuh Makassar langsung digunakan untuk memantau hilal 1 ramadhan 2023.

Berdasarkan pantauan Observatorium Gedung Iqra Lantai 18 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu (22 Maret 2023), hilal terlihat pada sore hari. Itu menandakan 1 Ramadan 1444 Hijriah sudah masuk.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Pimpinan Unismuh Makassar, dan sejumlah awak media secara langsung memantau hilal.

Observatorium Unismuh memiliki fasilitas seperti 2 Doom Ukuran 3 Meter yang dilengkapi telescop Ioptron CEM 70 dan telescop Celestron yang masing-masing dilengkapi fasilitas Kamera ZWO

Baca Juga: Keren, Unismuh Makassar Kini Punya Doom Observatorium Berasal dari Polandia

Rektor Unismuh, Prof Ambo Asse menilai hilal terlihat dengan jelas di ketinggian 7 derajat. Hal itu sudah melewati ambang batas minim yakni 0 derajat.

kendati demikian, dia menegaskan Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan 1444 hijriah jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023, melalui metode hisab atau perhitungan. Hal itu berdasarkan maklumat yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Konsep ini berdasarkan perhitungan atau hisab, tidak melakukan pengamatan secara langsung. Sudah ditetapkan tiga bulan sebelum masuknya bulan ramadan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketua PWM Sulsel itu berharap observatorium ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di bidang astronomi. Observatorium ini menjadi laboratorium bagi mahasiswa Unismuh yang belajar ilmu Falak.

“Kami menargetkan observatorium ini dapat menjadi eduwisata bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik belajar astronomi,” katanya.

Observatorium Unismuh Makassar merupakan salah satu observatorium yang ada di Indonesia yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Observatorium ini memiliki peralatan modern dan bisa dipergunakan untuk melakukan pengamatan astronomi.

Dia menekankan rukyatul hilal yang dilakukan tersebut semata-mata untuk pengembangan pendidikan bagi mahasiswa dan dosen yang bertepatan 30 Sya’ban dan hal ini menjadi pembuktian bagaimana posisi hilal.

“Observatorium ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan, bagi mahasiswa dan dosen,” tutupnya. ****

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Tags

Rekomendasi

Terkini

X