teknologi

Analisa Peluang Pemanfaatan Limbah Sawit dan Styrofoam Jadi Alternatif Bahan Bakar Kapal

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31 WIB
Limbah Sawit (Gokomodo)

KLIK SAJA - Industri pelayaran masih menjadi salah satu sektor transportasi yang menghadapi tantangan besar dalam menekan emisi gas buang.

Bahkan hingga kini, sebagian besar kapal pengangkut barang masih mengandalkan high sulfur fuel oil (HSFO), bahan bakar dengan kandungan sulfur tinggi yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.

Di tengah tuntutan penggunaan energi yang lebih bersih, limbah yang selama ini dipandang tak bernilai justru mulai dilirik sebagai sumber energi alternatif.

Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa limbah pelepah kelapa sawit dan limbah polistirena atau styrofoam dapat diolah menjadi minyak pirolisis (pyrolysis oil) yang berpotensi digunakan sebagai campuran bahan bakar kapal.

Inovasi ini tidak hanya membuka peluang pemanfaatan limbah secara lebih produktif, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas bahan bakar kapal sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari sektor pelayaran.

Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari dua persoalan besar yang dihadapi Indonesia.

Di satu sisi, industri kelapa sawit menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah melimpah, terutama pelepah sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, timbunan sampah plastik, termasuk styrofoam yang sulit terurai, terus meningkat setiap tahun.

Melalui proses pirolisis, kedua jenis limbah tersebut dipanaskan pada suhu tinggi tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak cair atau minyak pirolisis.

Selanjutnya, minyak tersebut diformulasikan sebagai campuran bahan bakar kapal konvensional untuk menguji karakteristik dan kinerjanya.

Hasil penelitian menunjukkan rendemen minyak pirolisis mencapai lebih dari 56 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa limbah biomassa dan plastik memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi sumber energi alternatif.

"Yang membuat penelitian ini penting bukan hanya karena menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi karena campuran bahan bakar tersebut mampu memperbaiki kualitas bahan bakar kapal yang sudah beredar saat ini," ujar Dieni.

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah kemampuan minyak pirolisis dalam menurunkan viskositas atau tingkat kekentalan bahan bakar kapal.

Karakteristik tersebut berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional.

Halaman:

Tags

Terkini