teknologi

Keren! BRIN Kembangkan Sepatu Pintar Untuk Deteksi Gangguan Kesehatan

Minggu, 10 Mei 2026 | 14:01 WIB
ilustrasi Sepatu Pintar (Gemini Ai)

KLIK SAJA – Jika selama ini Sepatu identik sebagai pelindung kaki atau penunjang penampilan.

Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan terobosan baru melalui pengembangan smart footwear atau sepatu pintar yang mampu menganalisis pola berjalan manusia secara objektif dan berbasis data.

Inovasi ini membuka kemungkinan baru di bidang kesehatan. Melalui teknologi sensor dan sistem analitik yang tertanam di dalam sepatu, pengguna dapat memantau kondisi tubuh hanya dari cara mereka melangkah.

Tak sekadar menghitung langkah seperti perangkat kebugaran pada umumnya, sepatu pintar ini dirancang untuk membaca pola gerak tubuh, mendeteksi ketidakseimbangan, hingga mengenali indikasi awal gangguan kesehatan pada otot, tulang, maupun sistem saraf dan keseimbangan tubuh.

Dalam pengembangannya, BRIN tidak bekerja sendiri. Teknologi smart footwear ini lahir dari kolaborasi strategis bersama Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Telkom University Surabaya.

Kerja sama tersebut menggabungkan kekuatan riset, pengembangan teknologi, serta inovasi lintas disiplin untuk menghasilkan perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Melalui kolaborasi ini, pengembangan sepatu pintar menjadi lebih matang, mulai dari desain perangkat, sistem sensor, hingga pengolahan data kesehatan pengguna.

Mampu Deteksi Risiko Stroke dan Diabetes

Keunggulan utama smart footwear terletak pada kemampuannya membaca perubahan kecil pada pola berjalan seseorang.

Sensor canggih di dalam sepatu akan merekam tekanan kaki, keseimbangan tubuh, ritme langkah, hingga pergerakan pengguna secara detail.

Data tersebut kemudian dianalisis untuk mendeteksi indikasi awal berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit serius seperti stroke dan diabetes.

Sebagai contoh, perubahan pola langkah tertentu dapat menjadi tanda awal gangguan saraf atau penurunan fungsi motorik yang berkaitan dengan risiko stroke.

Sementara pada penderita diabetes, perubahan tekanan pada telapak kaki dan ketidakstabilan langkah bisa menjadi indikasi neuropati atau komplikasi saraf akibat kadar gula darah tinggi.

Dengan teknologi ini, pemantauan kesehatan tidak lagi harus dilakukan melalui alat medis rumit.

Halaman:

Tags

Terkini