Tak hanya itu, pengembangan energi panas bumi juga dapat membantu menekan ketergantungan terhadap batu bara dan bahan bakar impor. Dampaknya bukan hanya pada sektor energi, tetapi juga ekonomi nasional karena berpotensi menciptakan lebih dari 650 ribu lapangan pekerjaan baru.
Deretan PLTP Terbesar di Indonesia
Saat ini, Indonesia telah memiliki sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas besar yang dikelola oleh PT PLN maupun pihak swasta.
Berikut beberapa PLTP terbesar di Indonesia:
- PLTP Sarulla: 418 MW
- PLTP Salak: 382 MW
- PLTP Darajat: 293 MW
- PLTP Kamojang: 239 MW
- PLTP Sorik Marapi: 238 MW
- PLTP Ulubelu: 229 MW
- PLTP Wayang Windu: 227 MW
Keberadaan pembangkit tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia telah mulai serius memanfaatkan energi panas bumi sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Walaupun memiliki potensi luar biasa, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia masih tergolong rendah.
Diperkirakan 40 persen cadangan panas bumi dunia berada di Indonesia. Namun, baru sekitar 10 persen yang berhasil dimanfaatkan.
Salah satu tantangan terbesar adalah tingginya biaya produksi listrik panas bumi. Harga listrik dari batu bara saat ini berada di kisaran 7–8 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh), sedangkan listrik geotermal di Indonesia masih mencapai sekitar 18 sen dolar AS per kWh.
Biaya investasi awal yang besar membuat pengembangan proyek geotermal membutuhkan dukungan infrastruktur dan pendanaan yang kuat.
Baca Juga: Mengenal Fenomena Alam Siklon Tropis, Penyebab Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra
Persoalan ini juga tidak hanya dialami Indonesia, tetapi menjadi tantangan di banyak negara pengembang energi panas bumi.
Selain faktor biaya, Pertamina Energy Institute menilai pengembangan geotermal di Indonesia juga terkendala lokasi sumber daya yang sebagian besar berada di wilayah terpencil atau jauh dari pusat kebutuhan listrik.
Karena itu, diperlukan integrasi jaringan transmisi dan pembangunan infrastruktur energi yang lebih baik agar potensi panas bumi nasional bisa dimanfaatkan secara optimal.
Dengan cadangan panas bumi yang sangat besar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pemimpin dunia dalam pengembangan energi bersih.
Di tengah dorongan global menuju net zero emission, energi geotermal dapat menjadi andalan Indonesia untuk menciptakan sistem energi yang lebih ramah lingkungan, stabil, dan berkelanjutan.