KLIK SAJA – Banyak yang tidak mengetahui bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi panas bumi atau geotermal terbesar di dunia.
Letaknya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik membuat Indonesia memiliki sumber energi bawah tanah melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih global, panas bumi menjadi salah satu sumber energi terbarukan paling menjanjikan.
Berbeda dengan tenaga surya dan angin yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, energi geotermal mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam tanpa terpengaruh musim maupun iklim.
Karena itulah, panas bumi dinilai sebagai salah satu solusi penting untuk mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Negara dengan Kapasitas Pembangkit Geotermal Terbesar di Dunia
Berdasarkan data yang dirangkum Pertamina Energy Institute (PEI), berikut daftar negara dengan kapasitas pembangkit listrik panas bumi terbesar di dunia:
- Amerika Serikat: 3.734 MW
- Indonesia: 2.510 MW
- Filipina: 1.941 MW
- Turki: 1.893 MW
- Selandia Baru: 1.423 MW
- Meksiko: 941 MW
- Kenya: 852 MW
- Islandia: 834 MW
- Italia: 834 MW
- Jepang: 618 MW
Dari daftar tersebut, Indonesia berada di posisi kedua dunia sebagai produsen listrik panas bumi terbesar secara global, hanya berada di bawah Amerika Serikat.
Potensi Geotermal Indonesia Sangat Besar
Besarnya cadangan panas bumi Indonesia membuat sektor ini dinilai memiliki masa depan yang sangat strategis.
Project InnerSpace melalui laporan The Future of Geothermal Indonesia yang dirilis pada akhir 2025 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya panas bumi konvensional dalam jumlah sangat besar.
Jika dimanfaatkan secara maksimal, energi geotermal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional, tetapi juga menghadirkan energi dengan biaya lebih kompetitif dan kualitas udara yang lebih sehat bagi masyarakat.
Sebagai negara yang berada di sepanjang jalur vulkanik aktif dunia, Indonesia diperkirakan memiliki potensi panas bumi lebih dari dua ribu megawatt yang masih bisa dikembangkan.
Potensi tersebut bahkan disebut mampu memenuhi hingga 90 persen kebutuhan panas proses industri pada sektor manufaktur utama.