teknologi

Cloudfare Meminta Maaf Atas Gangguan Error X, Chat GPT dan Situs Website Terkemuka Lainnya

Rabu, 19 November 2025 | 04:48 WIB
Laman website tak bisa diakses saat Cloudfare error (heise)

Luasnya dampak gangguan terlihat dari fakta bahwa Downdetector sendiri—platform yang sering diakses pengguna ketika sebuah situs bermasalah—ikut menampilkan pesan error pada Selasa malam saat banyak orang mencoba mengunjunginya.

Alp Toker, Direktur NetBlocks—lembaga pemantau konektivitas layanan web—mengatakan bahwa gangguan tersebut “mengarah pada disrupsi besar terhadap infrastruktur Cloudflare.”

“Yang mencolok adalah betapa banyak bagian internet yang bergantung pada infrastruktur Cloudflare untuk menghindari serangan denial of service dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya

Cloudflare bertujuan melindungi situs dari upaya serangan yang membanjiri permintaan lalu lintas internet.

Namun, tingginya ketergantungan serta kenyamanan layanan tersebut, Cloudflare kini juga menjadi “salah satu titik kegagalan terbesar di internet.”

Cloudflare menegaskan bahwa masalah yang terjadi murni akibat kesalahan teknis.

“Perlu kami tegaskan, tidak ada bukti bahwa insiden ini merupakan serangan atau disebabkan oleh aktivitas berbahaya,” katanya dalam pernyataannya.

Harga saham perusahaan turun sekitar 3% tak lama setelah kejadian ini.

Gangguan pada layanan Cloudflare ini terjadi setelah insiden serupa yang menimpa Amazon Web Services bulan lalu, yang menyebabkan lebih dari 1.000 situs dan aplikasi tidak dapat diakses.

Penyedia layanan web besar lainnya, Microsoft Azure, juga terdampak tak lama setelahnya.

“Rangkaian gangguan yang kita saksikan dalam beberapa bulan terakhir sekali lagi menyoroti betapa rapuhnya jaringan-jaringan ini,” kata Jake Moore, penasihat keamanan siber global di ESET.

“Perusahaan sering terpaksa sangat bergantung pada layanan seperti Cloudflare, Microsoft, dan Amazon untuk hosting situs dan layanan mereka, karena memang tidak banyak pilihan lain.”

Halaman:

Tags

Terkini