teknologi

Sejarah Perkembangan Bom Nuklir Dunia: Dilema Antara Pertahanan dan Perdamaian Dunia

Rabu, 7 Mei 2025 | 00:54 WIB
ilustrasi ujicoba bom Nuklir (ephitank)

Secara keseluruhan, 108 negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Soviet, menandatangani perjanjian tersebut, dan dimulailah era perlucutan senjata yang perlahan.

Meski begitu, ratusan bom nuklir tetap diuji coba secara bawah tanah selama beberapa dekade berikutnya.

Negara-negara seperti Tiongkok, India, Pakistan, dan Korea Utara juga mulai melakukan uji coba bom nuklir, meskipun telah ada upaya dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) tahun 1968 untuk membatasi perkembangan senjata nuklir secara global.

Baru pada tahun 1996, ketika Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Secara Menyeluruh (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT) diajukan, praktik uji coba mulai melambat secara drastis.

Meskipun belum diratifikasi secara hukum, perjanjian ini telah ditandatangani oleh 187 negara.

Uji coba nuklir terakhir dilakukan pada tahun 2017 oleh Korea Utara, yang belum menandatangani CTBT.

Sistem pemantauan dari organisasi CTBT mencatat uji coba tersebut, yang diperkirakan memiliki kekuatan setidaknya 140 kiloton.

Banyak negara di dunia masih memiliki senjata nuklir, meskipun tidak lagi mengujinya. Sembilan negara pemilik senjata nuklir saat ini — Tiongkok, Prancis, India, Israel, Korea Utara, Pakistan, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat — diperkirakan memiliki sekitar 13.000 hulu ledak nuklir secara total.

Uji coba nuklir terbaru Korea Utara memicu kekhawatiran besar di Korea Selatan, yang diperparah oleh serangkaian uji coba rudal intensif yang dilakukan Korea Utara pada tahun 2022 dan 2023.

Untuk pertama kalinya, Korea Selatan mengisyaratkan kemungkinan mengembangkan program nuklirnya sendiri.

Jika Korea Selatan atau negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya memutuskan untuk melakukan uji coba, hal itu kemungkinan besar akan mendorong negara-negara nuklir lainnya untuk kembali mengaktifkan program uji coba mereka.***

Halaman:

Tags

Terkini