teknologi

Sejarah Perkembangan Bom Nuklir Dunia: Dilema Antara Pertahanan dan Perdamaian Dunia

Rabu, 7 Mei 2025 | 00:54 WIB
ilustrasi ujicoba bom Nuklir (ephitank)

KLIK SAJA - Pada 16 Juli 1945, Amerika Serikat melakukan uji coba bom nuklir pertama di dunia di gurun New Mexico sebagai bagian dari Proyek Manhattan, yang kemudian berujung pada peledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki hanya beberapa minggu kemudian.

Sejak saat itu, setidaknya tujuh negara lain telah menguji senjata nuklir mereka sendiri, yang melepaskan radiasi ke seluruh dunia.

Namun, sebenarnya berapa banyak bom nuklir yang pernah diledakkan?

Meskipun jumlah pastinya tidak diketahui, para ilmuwan memperkirakan bahwa setidaknya 2.056 senjata nuklir telah diuji coba.

Menurut Arms Control Association, Amerika Serikat telah menguji 1.030 bom nuklir dan menggunakan dua dalam peperangan, Uni Soviet/Rusia telah menguji 715, Prancis 210, Inggris dan Tiongkok masing-masing 45, Korea Utara enam, India tiga, dan Pakistan dua.

Satu uji coba tambahan yang diduga, dikenal sebagai Insiden Vela, akan menambah jumlah total menjadi 2.057.

Meskipun uji coba nuklir telah jarang dilakukan sejak tahun 1990-an, dampaknya terhadap politik, lingkungan, dan kesehatan masyarakat sangat luas dan masih dirasakan hingga kini.

Komunitas internasional kini mengecam praktik ini. Namun selama hampir 20 tahun, dari 1945 hingga 1963, uji coba nuklir merupakan hal yang lazim dilakukan oleh banyak negara yang bersaing untuk meraih status sebagai kekuatan dunia.

Uji coba nuklir meningkat tajam selama Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet setelah Perang Dunia II.

Menurut Arms Control Association, tahun 1962 mencatat jumlah uji coba terbanyak dalam satu tahun, yakni 178 kali, di mana 97% di antaranya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Inggris melakukan dua uji coba, dan Prancis satu.

Namun, tahun 1962 juga menjadi titik balik penting dalam ketegangan nuklir. Pada tahun yang sama, Krisis Rudal Kuba menandai titik di mana Amerika Serikat dan Uni Soviet nyaris terlibat konflik nuklir.

Banyak orang di seluruh dunia mulai memprotes perlombaan senjata nuklir, dan masyarakat mulai menyadari dampak buruk dari uji coba terhadap kesehatan.

Pada tahun 1963, Perjanjian Larangan Uji Coba Terbatas (Limited Test Ban Treaty) diperkenalkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan disambut dengan dukungan luas.

Perjanjian ini melarang uji coba nuklir di atmosfer, luar angkasa, dan bawah laut—semuanya diketahui lebih berbahaya dibanding uji coba bawah tanah.

Halaman:

Tags

Terkini