teknologi

Mengenal Al-Battani, Sang Astronom Besar Dunia Islam, Pencetus Heliosentris

Rabu, 19 Maret 2025 | 21:48 WIB
Al Battani dan Kitabnya yang mengukur Astronomi Bumi (Boombastis)

KLIK SAJA - Dalam babakan sejarah peradaban Islam, nama Al-Battani atau Albategnius dalam bahasa Latin, mencuat sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di bidang astronomi, matematika, dan sains.

Abū ʿAbd Allāh Muḥammad ibn Jābir ibn Sinān al-Raqqī al-Ḥarrānī aṣ-Ṣābiʾ al-Battānī, begitu nama lengkapnya, adalah seorang ilmuwan multitalenta yang hidup pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Karyanya bukan hanya menginspirasi dunia Islam, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan sains di Barat di masa Rennaisance.

Salah satu kontribusinya yang paling terkenal adalah pemikirannya tentang sistem heliosentris, yang kelak memengaruhi pemikir besar seperti Nicolaus Copernicus.

Kehidupan dan Latar Belakang Al-Battani

Al-Battani lahir sebelum tahun 858 M di Harran, sebuah kota yang terletak di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Turki.

Ia berasal dari keluarga Sabian, sebuah komunitas yang dikenal dengan minatnya yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan astronomi.

Al-Battani menghabiskan sebagian besar hidupnya di Raqqa, Suriah, di mana ia melakukan berbagai pengamatan astronomi dan menulis karya-karya pentingnya.

Nama Al-Battani mulai dikenal luas berkat kemampuannya dalam menggabungkan metode pengamatan yang cermat dengan analisis matematis yang mendalam.

Ia bukan hanya melanjutkan tradisi astronomi Yunani kuno, seperti yang dirintis oleh Ptolemeus, tetapi juga memperbaiki dan menyempurnakan banyak aspek dari karya-karya sebelumnya.

Salah satu karya Al-Battani yang paling terkenal adalah Kitāb az-Zīj aṣ-Ṣābi', sebuah tabel astronomi yang disusun sekitar tahun 900 M.

Karya ini dianggap sebagai salah satu zīj (tabel astronomi) tertua yang masih ada dan menjadi rujukan penting bagi para astronom setelahnya.

Pada kitab ini, Al-Battani tidak hanya menyempurnakan dan mengoreksi karya Ptolemeus, Almagest, tetapi juga memperkenalkan ide-ide baru dan tabel astronomi miliknya sendiri.

Kitab ini menjadi sangat berpengaruh di dunia Barat setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Plato Tiburtinus pada abad ke-12.

Halaman:

Tags

Terkini