Bagian dalam bola lampu ini dilapisi dengan bahan fluoresensi, bahan yang akan memancarkan cahaya tampak saat terkena sinar UV.
Bola lampu tersebut juga mengandung merkuri dan gas argon, maka saat dinyalakan, aliran elektron mengalir melaluinya.
Elektron tersebut bertabrakan dengan atom merkuri, kemudian atom gas tersebut memancarkan sinar UV.
Sinar UV tersebut menyebabkan bahan fluoresensi di bagian dalam bola lampu memancarkan cahaya tampak.
Ternyata banyak hewan yang memiliki kemampuan berpendar.
Mereka umumnya memiliki protein, pigmen, atau bahan kimia lain yang berpendar di kulit, bulu, atau bulunya.
Hewan yang berpendar tersebut termasuk tupai terbang dan salamander, ikan tuna, penyu laut, burung kolibri, penguin bahkan burung Cendrawasih.
Ketika makhluk hidup memancarkan cahaya dengan cara ini, hal itu disebut biofluoresensi.
Belum diketahui kenapa hewan-hewan tersebut memiliki kemampuan berpendar.
Para ahli berasumsi, kemampuan berpendar atau biofluoresensi adalah upaya mengaburkan pandangan predator dengan cahaya mengkilapnya.
Pendapat lain mengatakan kemampuan ini adalah bentuk menarik perhatian dari hewan pejantan kepada betina lainnya.
Maka dengan warna yang mencolok dan berpendar akan menarik perhatian pada saat musim kawin.***