teknologi

Awas! Bahaya Teknologi AI Deepfake Mengintai Kita, Yuk Kita Kenali Ciri-Cirinya

Selasa, 14 Januari 2025 | 12:00 WIB
ilustrasi seseorang gunakan deepfake aktor Tom Cruise (Hi-Tech Mail)

Jika demikian maka deepfake juga dapat berkontribusi pada penyebaran informasi palsu.

Pada tahun 2024, misalnya, penipu membuat suara palsu Presiden Joe Biden.

Klip audio tersebut terdengar seperti Biden meminta orang-orang untuk tidak memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan presiden di New Hampshire.

Beberapa orang yang menerima panggilan telepon dengan suara palsu ini diyakinkan untuk tidak memberikan suara.

Dalam penipuan lain, orang-orang membuat iklan palsu tentang selebriti Selena Gomez yang tampaknya mempromosikan peralatan memasak.

Baca Juga: Angela Tabiri, Sang Ratu Matematika Afrika Yang Mendobrak Tradisi

Masalahnya? Dia tidak tahu apa-apa tentang iklan tersebut. Sebenarnya bukan dia yang ada di iklan tersebut.

Lalu bagaimanakah caranya mengenali ciri suatu postingan atau pesan digital mengandung Deepfake.

Pertama, jangan langsung percaya suatu pesan digital mengandung hal yang sensitif, lebih baik cari tahu informasi kejelasannya dengan membandingkan sumber lain.

Kedua, perhatikan kejanggalan yang ada, secanggih-canggihnya teknologi AI, biasanya tetap ada sesuatu yang janggal, seperti video menampilkan ketidaksingkronan antara mata, suara dan mulut.

Ketiga, pesan yang disampaikan biasanya terlalu didramatisasi dan kerap repetitif, karena niatnya persuasif mempengaruhi bagi yang menerimanya.

Menggunakan perangkat digital untuk mengubah foto, video, dan audio bukanlah hal baru.

Namun, deepfake merupakan media digital jenis baru.

Salah satu alasannya, alih-alih mengubah media yang sudah ada, deepfake dapat dibuat dengan mudah dari awal.

Selain itu, AI kini memungkinkan orang awam untuk membuat gambar dan audio seperti itu dengan mudah. ​​

Halaman:

Tags

Terkini