KLIK SAJA - Saat sedang santernya pemberitaan kebakaran dahysat yang melanda Los Angeles, publik dihebohkan video viral banner tulisan Hollywood yang ikonik, juga turut terbakar.
Banyak pihak sangat mempercayai video tersebut, karena memang sangat realistis, tapi kenyataannya bukit Hollywood ikonik tersebut tidak terdampak kebakaran, dan postingan tersebut ternyata palsu menggunakan teknologi Artificial Intellegence (AI).
Fenomena ini ternyata sedang jamak terjadi di sosial media, dengan bertujuan mendapatkan popularitas.
Belakangan, fenomena ‘kepalsuan’ yang menggunakan teknologi AI ini disebut ‘Deepfake’.
Baca Juga: Bagaimana Seandainya Godzilla dan King Kong Hidup di Dunia Nyata
Deepfake adalah gambar, video, atau klip audio palsu yang realistis yang dibuat oleh kecerdasan buatan , atau AI.
Istilah deepfake berasal dari "deep learning" dan "fake".
Deep learning adalah jenis AI yang digunakan untuk membuat media ini.
Deepfake sebenarnya memiliki beberapa kegunaan positif, jika digunakan secara bertanggung jawab.
Semisal sebuah rumah produksi membuat sekuel film yang sudah dibuat bertahun-tahun lalu.
Para aktornya mungkin terlihat berbeda sekarang.
Namun, para pembuat film dapat menggunakan teknologi deepfake untuk menunjukkan seorang aktor masa kini yang terlihat seperti di film pertama.
Namun, deepfake juga menimbulkan masalah yang sangat besar.
Misalnya, banyak figur publik khawatir orang lain dapat menggunakan gambar mereka untuk membuat video palsu teknologi AI tanpa izin mereka.