KLIK SAJA - Dalam kehidupan sosial di era yang semakin modern ini, perilaku belanja di kalangan Generasi Z dan Milenial menjadi perhatian utama.
Banyak dari mereka lebih memilih untuk menghabiskan uang pada barang-barang mewah daripada menabung untuk masa depan.
Dirangkum kliksaja.id dari akun Instagram @teknologi_id, pada 27 September 2024, fenomena ini sering kali dipicu oleh keinginan untuk memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah bekerja keras.
Baca Juga: Infinix Zero Flip Bocorkan Spesifikasinya, Netizen Tebak-Tebakan Harga!
Konsep “self reward” ini menjadi alasan utama mengapa mereka merasa perlu untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Perilaku belanja impulsif ini sering kali muncul sebagai respons terhadap kecemasan dan ketidakpastian yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Tekanan sosial juga berperan besar dalam mendorong individu untuk membeli barang-barang mahal agar terlihat lebih baik di mata orang lain.
Baca Juga: WhatsApp Hadirkan Fitur Terbaru, Bisa Mention di Status, Apa Itu?
Hal ini menciptakan siklus di mana belanja menjadi cara untuk mengatasi perasaan negatif, meskipun pada akhirnya dapat merugikan kondisi keuangan mereka.
Istilah “Doom Spending” mulai dikenal sebagai fenomena baru yang menggambarkan perilaku belanja yang tidak sehat ini.
Selain itu, “Doom Spending” merujuk pada pengeluaran yang berlebihan dan tidak terencana, yang dapat menyebabkan masalah finansial jangka panjang.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu! Cara Mengetahui Sandi WiFi Tetangga dengan Cara Bijak
Generasi Z dan Milenial, dengan akses mudah ke berbagai platform e-commerce, semakin rentan terhadap perilaku ini.
Salah satu dampak paling signifikan dari Doom Spending adalah potensi cepatnya generasi ini jatuh ke dalam kemiskinan.