teknologi

Australia Akan Larang Anak Dibawah 16 Tahun Pakai Medsos, Indonesia Perlu Tiru?

Minggu, 15 September 2024 | 09:15 WIB
Australia Akan Larang Anak Dibawah 16 Tahun Pakai Medsos, Indonesia Perlu Tiru? (Tangkapan Layar Instagram / @teknologi_id)

KLIKSAJA - Australia tengah mempertimbangkan langkah tegas untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak muda.

Pemerintah negara tersebut berencana menetapkan batas usia minimum bagi pengguna media sosial, dengan alasan kekhawatiran atas kesehatan mental dan fisik generasi muda.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa negaranya akan segera menguji coba sistem verifikasi usia sebelum resmi menerapkan aturan ini.

Dikutip dari kliksaja.id, dari akun Instagram @teknologi_id, pada 15 September 2024, walaupun batas usia pasti belum diumumkan, Albanese mengisyaratkan bahwa anak-anak di bawah usia 14 hingga 16 tahun mungkin akan dilarang mengakses media sosial.

Langkah ini diharapkan bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh media sosial terhadap perkembangan anak-anak dan remaja.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Kekhawatiran ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kasus bunuh diri di kalangan remaja yang sering kali dikaitkan dengan tekanan dari media sosial.

Selain itu, ada juga masalah terkait privasi dan keamanan data pribadi anak-anak yang menggunakan platform-platform tersebut.

Dengan adanya batasan ini, pemerintah berharap dapat melindungi generasi muda dari risiko-risiko tersebut.

Baca Juga: Fitur AI Bakal Menemani! 4 Produk Terbaru Samsung Electronics Bakal Dipamerkan Melalui Event Southeast Asia Tech

Sistem verifikasi usia yang direncanakan akan melibatkan teknologi untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang memenuhi syarat usia tertentu yang dapat mengakses platform media sosial.

Ini merupakan langkah proaktif untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman bagi anak-anak.

Namun, langkah ini juga menuai kritik dari beberapa pihak yang berpendapat bahwa pembatasan semacam itu bisa membatasi kebebasan berekspresi.

Di sisi lain, banyak orang tua mendukung inisiatif ini karena mereka khawatir tentang pengaruh negatif media sosial terhadap anak-anak mereka.

Halaman:

Tags

Terkini